JAKARTA, KOMPAS.com - Tim DVI Polri mengungkap pola luka yang dialami korban tewas dalam kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak kereta rel listrik (KRL) di stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap 10 jenazah yang berada di RS Polri Kramat Jati, umumnya korban mengalami cedera berat yang menjadi penyebab utama kematian.
“Dalam pemeriksaan kami, tipikalnya adalah multiple trauma, jadi ada luka hampir di seluruh tubuh,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Baca juga: 457 Penumpang Batal Berangkat dari Gambir Imbas Kecelakaan Kereta Bekasi
Pola luka tersebut lazim ditemukan pada kecelakaan dengan benturan keras, seperti tabrakan kereta, di mana korban mengalami cedera di lebih dari satu bagian vital tubuh secara bersamaan.
"Ada yang dominan di kepala, di dada, bahkan di anggota tubuh yang lain," kata Nyoman.
10 Korban TeridentifikasiSebelumnya, tim DVI Polri telah mengidentifikasi 10 korban tewas melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan barang kepemilikan.
Para korban yang teridentifikasi yakni:
- Anita Sari (31), Cikarang Barat, Bekasi
- Harum Anjasari (27), Cipayung, Jakarta Timur
- Nur Alimantun Citra Lestari (19), Pasar Jambi
- Faridha Utami (50), Cibitung, Bekasi
- Fika Aknia Pratiwi (23), Cikarang Barat
- Ida Nuraida (48), Cibitung, Bekasi
- Gita Septia Wardani (20), Cibitung, Bekasi
- Fatmawati Rahmayani (29), Bekasi Selatan, Kota Bekasi
- Rinjani Novitasari (25), Tambun Selatan, Bekasi
- Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32), Tambun Selatan, Kota Bekasi.
Baca juga: Daftar 10 Nama Korban Tewas Kecelakaan KRL Bekasi di RS Polri, Ini Identitasnya
Polda Metro Jaya sebelumnya mencatat total korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai 15 orang.
Sebanyak 10 jenazah berada di RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara lima lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Mitra.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru, sebelumnya menyebut proses identifikasi terus dilakukan secara teliti dengan mengumpulkan data antemortem dari keluarga korban.
Latar belakang kecelakaanKecelakaan KRL terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Insiden bermula saat KRL jurusan Cikarang diduga menabrak taksi di perlintasan, yang kemudian mengganggu perjalanan.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam rangkaian KRL.
Baca juga: Sopir Taksi Green SM ke Mana Saat Kecelakaan Kereta Bekasi? Ini Kesaksian Warga
Akibat peristiwa ini, 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka serta masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




