Menakar Dampak Penurunan Produksi Tembaga Freeport ke Hilirisasi

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja produksi tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) masih tertekan pada kuartal I/2026 imbas belum pulihnya operasi tambang Grasberg pascainsiden longsor (mud rush) pada 2025. Hal ini pun berpotensi memberikan efek domino pada penerimaan negara dan proses hilirisasi.

Dalam ringkasan laporan kinerja induk PTFI, Freeport McMoran (FCX), produksi dan penjualan tembaga PTFI tercatat turun tajam seiring terbatasnya kapasitas tambang bawah tanah Grasberg, Papua Tengah.

Tekanan volume produksi ini dipicu oleh proses pemulihan bertahap tambang Grasberg Block Cave setelah insiden longsor pada September 2025. Operasi baru mulai memasuki fase ramp-up kembali pada akhir Maret 2026, dengan kapasitas yang masih terbatas.

Perinciannya, produksi tembaga mencapai 95 juta pound pada kuartal I/2026, anjlok 67,90% pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 296 juta pound.

Sementara itu, penjualan tembaga tercatat sebesar 82 juta pound pada kuartal I/2026. Angka tersebut juga turun drastis dari sebelum realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 290 juta pound.

Kendati demikian, rata-rata harga penjualan tembaga naik menjadi US$5,89 per pound pada kuartal I/2026, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$4,34 per pound.

Baca Juga

  • Freeport Akan Terima Pembayaran Klaim Asuransi Rp12 Triliun Atas Longsor Grasberg
  • Smelter Baru Freeport Diproyeksi Beroperasi Kembali Semester II/2026
  • Produksi Tembaga & Emas Freeport Anjlok 67% pada Kuartal I/2026

Dari sisi prospek, penjualan tembaga PTFI sepanjang 2026 diproyeksikan hanya sekitar 0,7 miliar pound, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 0,9 miliar pound. Penurunan target tersebut mencerminkan penyesuaian jadwal ramp-up tambang Grasberg yang tertunda akibat kebutuhan modifikasi infrastruktur pengangkutan bijih.  

Selain itu, tingkat produksi diperkirakan baru mencapai sekitar 65% kapasitas pada paruh kedua 2026 dan pulih sepenuhnya mendekati akhir 2027.

Efek Domino ke Hilirisasi

Efek domino paling nyata dari penurunan produksi tembaga itu terlihat pada sektor hilir. Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli menjelaskan, penurunan produksi langsung menggerus pasokan konsentrat ke fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter Freeport di Gresik.

Padahal, saat ini terdapat dua smelter yang bergantung pada pasokan tersebut, yakni smelter existing dan fasilitas baru yang baru rampung dibangun. Keterbatasan bahan baku membuat utilitas smelter turun sehingga output produk hilir ikut merosot.

"Smelter tersebut mengalami kekurangan suplai bahan baku. Otomatis produk yang dihasilkannya juga menurun drastis," kata Rizal kepada Bisnis, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, situasi tersebut menjadi ironi di tengah dorongan hilirisasi mineral dalam negeri. Ketika smelter domestik justru kekurangan bahan baku, ketergantungan terhadap impor menjadi sulit dihindari.

Dampak berikutnya menyasar sisi fiskal. Penurunan produksi dan penjualan otomatis menggerus pendapatan Freeport, yang pada akhirnya menekan kontribusi kepada negara.

Rizal menuturkan, penerimaan negara dari sektor ini, baik berupa pajak, royalti, maupun dana bagi hasil (DBH) ke daerah, berpotensi turun signifikan. Hal ini juga diperkuat oleh penurunan arus kas perusahaan akibat volume penjualan yang menyusut. 

"Bagi pemerintah sendiri termasuk pemerintah daerah tentu akan mengurangi pendapatan negara dari Freeport berupa pajak, royalti dan DBH bagi pemda," ucap Rizal.

Senada, Ketua Komite Pertambangan Minerba Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hendra Sinadia mengatakan, penurunan produksi berkaitan erat dengan proses pemulihan pascainsiden di Grasberg. Namun, implikasinya tidak berhenti di level operasional.

“Pendapatan perusahaan menurun dan itu berdampak langsung pada penerimaan negara. Selain itu, pasokan konsentrat ke smelter juga berkurang,” ujarnya.

Lebih luas lagi, gangguan produksi tembaga Freeport turut memengaruhi kinerja sektor pertambangan nasional. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar menilai penurunan produksi berpotensi menekan total output tembaga Indonesia.

Dampaknya merembet ke neraca ekspor dan stabilitas pasokan industri hilir. Selain itu, ekosistem industri penunjang mulai dari kontraktor tambang hingga penyedia logistik, ikut merasakan perlambatan aktivitas.

"Penurunan produksi ini akan mengganggu pasokan konsentrat ke smelter domestik sehingga bisa menurunkan utilitas smelter dan memperlambat target hilirisasi mineral. Jika berlangsung lama, ini tidak baik karena bisa memicu ketergantungan pada impor bahan baku dari luar," jelas Bisman.

Bisman menekankan perlunya langkah mitigasi, termasuk diversifikasi sumber pasokan dari tambang lain serta percepatan proyek-proyek baru. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu produsen besar seperti Freeport.

"Pemerintah perlu upayakan diversifikasi pasokan bahan baku, termasuk mendorong optimalisasi produksi dari tambang lain serta percepat proyek-proyek baru agar tidak bergantung tinggi pada Freeport,"katanya.

Dengan rangkaian dampak tersebut, pemulihan operasi tambang Grasberg menjadi faktor kunci. Tanpa percepatan ramp-up produksi, tekanan terhadap hilirisasi, penerimaan negara, hingga ekosistem industri berpotensi berlanjut dalam jangka menengah.

Di sisi lain, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa struktur industri pertambangan nasional masih sangat bergantung pada segelintir pemain besar. Ketika satu simpul terganggu, efeknya dapat menjalar ke seluruh rantai nilai dari hulu hingga hilir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PT KAI Jamin Kompensasi dan Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
2 Bulan Perang, Begini Strategi Prabowo Jaga Ketahanan Energi RI
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPR Minta Program Kampung Internet Diperluas, Pemerataan Akses di Indonesia 
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Presiden Prabowo Kunjungi RSUD Kota Bekasi, Jenguk Korban Kecelakaan Kereta
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Update Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: 5 Meninggal Dunia, 3 Masih Terjepit
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.