Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Banyumas
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pengolahan sampah menjadi genteng di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Berbasis Lingkungan & Edukasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurutnya, langkah ini merupakan aksi nyata dalam menyelesaikan masalah lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
Presiden menilai penggunaan genteng hasil olahan sampah ini sangat efektif dan ekonomis. Ia bahkan melihat potensi besar agar produk ini masuk dalam program bantuan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Berdasarkan perhitungan Presiden, dengan alokasi anggaran perbaikan rumah sebesar Rp20 juta per unit, penggunaan genteng daur ulang ini dapat menekan biaya sekitar Rp4 hingga Rp5 juta.
“Tadi gentengnya lumayan efektif, katanya cukup murah ya dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang satu rumah Rp20 juta, jadi ini satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta untung gentengnya,” jelas Presiden Prabowo kepada awak media di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa 28 April 2026.
Selain faktor ekonomi, Kepala Negara menekankan pentingnya beralih dari penggunaan atap seng. Ia menilai atap seng yang mudah berkarat tidak baik bagi kesehatan penghuni rumah serta kurang dari segi estetika.
“Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat. Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni ya dan pandangannya juga nggak bagus,” lanjutnya.
Model pengelolaan sampah di Banyumas ini dipandang layak menjadi percontohan bagi provinsi dan kabupaten lain di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat pun berkomitmen memberikan dukungan penuh agar sistem serupa dapat diimplementasikan secara nasional sebagai prioritas pembangunan.
“Semua kita kembangkan, pengolahan sampah sekarang jadi prioritas nasional. Dalam dua tiga tahun kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





