JAKARTA – PT KAI mengungkap adanya dugaan gangguan di perlintasan sebidang yang melibatkan Taksi Green SM sebelum insiden tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, peristiwa yang melibatkan taksi hijau itu terjadi sesaat sebelum kecelakaan maut yang berlangsung sekitar pukul 20.55 WIB.
Pantauan Okezone di lokasi, kendaraan yang tertemper diketahui merupakan taksi listrik Xanh SM dengan kondisi mengalami kerusakan parah hingga ringsek.
“Kejadian ini di jam 9 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85,” ujar Bobby kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4/2026).
Bobby mengatakan, insiden di perlintasan itu diduga mengganggu sistem perjalanan kereta di area emplasemen Bekasi Timur.
Perjalanan KRL sempat tertahan di titik insiden. Namun di saat bersamaan, Kereta Argo Bromo tetap melaju melalui jalur yang sama, hingga akhirnya kecelakaan maut pun tidak dapat dihindari.
“Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah Stasiun Bekasi Timur ini agak terganggu,” lanjutnya.




