Penulis: Fityan
TVRINews – Beirut
Ketegangan Meningkat, IDF Desak Warga 16 Desa Mengungsi ke Wilayah Sidon
Militer Israel (IDF) secara resmi mengeluarkan perintah evakuasi mendesak bagi penduduk di 16 kota dan desa di wilayah Lebanon Selatan Selasa 28 april 2026.
Perintah ini mewajibkan warga sipil untuk segera meninggalkan kediaman mereka dan bergerak menuju area Sidon seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di perbatasan.
Wilayah Yang harus ditinggalkan di antaranya Ghndouriyeh, Burj Qlawiyeh, Tibnin, hingga Deir Qifa.
Juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Avichay Adraee, menyatakan bahwa operasi ini merupakan respons atas tuduhan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh kelompok Hizbullah.
"Serangan dilakukan karena Hizbullah melanggar perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat," ujar Adraee dalam pernyataan resminya.
Dilema Gencatan Senjata yang Rapuh
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah ditandatangani pada pertengahan April lalu, stabilitas di lapangan tetap rentan.
Berdasarkan data yang dihimpun, serangan udara Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 40 orang di Lebanon sejak pakta tersebut dimulai pada 17 April.
Di bawah ketentuan perjanjian tersebut, Israel mengklaim tetap memiliki "hak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan dalam pertahanan diri" terhadap ancaman yang terencana maupun yang sedang berlangsung.
Di sisi lain, Hizbullah menegaskan tidak akan menghentikan perlawanan terhadap pasukan Israel di dalam wilayah Lebanon selama pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Tel Aviv terus berlanjut.
Upaya Diplomasi di Tengah Krisis
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, kini tengah mengupayakan negosiasi langsung dengan Israel sebuah langkah yang ditentang keras oleh Hizbullah.
Presiden Aoun menekankan bahwa fokus utama Beirut adalah penghentian serangan secara menyeluruh.
"Tujuan dari pembicaraan ini adalah penghentian total serangan Israel, penarikan pasukan dari wilayah Lebanon, pembebasan tahanan, serta penempatan resmi tentara Lebanon di sepanjang garis perbatasan," tegas Presiden Aoun dalam keterangannya.
Dampak Kemanusiaan yang Mendalam
Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan. Laporan dari organisasi medis internasional, Médecins Sans Frontières (Dokter Lintas Batas), menyoroti bahwa invasi darat Israel telah memutus akses warga di sekitar 55 desa untuk kembali ke rumah mereka.
Lembaga tersebut mengecam penghancuran sistematis terhadap desa-desa di wilayah selatan yang kini berada di bawah kontrol militer Israel dengan alasan keamanan.
Hingga saat ini, Israel masih menduduki sabuk wilayah di perbatasan, yang memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis kemanusiaan jangka panjang di wilayah tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews





