Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah bakal melakukan groundbreaking beberapa proyek hilirisasi pada Rabu (29/4/2026) besok.
Kendati demikian, dia tidak merinci proyek hilirisasi apa saja yang dimaksud. Dia juga belum bisa membocorkan lokasi proyek tersebut.
"Ada [groundbreaking proyek hilirisasi], besok ya," kata Bahlil singkat saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Pemerintah sendiri tengah getol menggejot proyek hilirisasi di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto pun telah menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani di Hambalang, Bogor pada Kamis (23/4/2026).
Hal itu disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya akun media sosial Instagram @sekretariat.kabinet. Teddy menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dibahas terkait dengan program hilirisasi.
"Perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera di 13 lokasi," kata Teddy seperti dikutip di akun Instagramnya.
Baca Juga
- Menakar Dampak Penurunan Produksi Tembaga Freeport ke Hilirisasi
- Prabowo Titahkan Rosan Percepat Program Hilirisasi
- Investasi Hilirisasi di Sektor Minerba Masih Timpang, Ini Saran Perhapi
Selain itu, dibahas pula beberapa investor yang akan berinvestasi di Indonesia. Menurut Teddy, Prabowo menginginkan bahwa hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral tetapi juga harus diperluas di bidang pertanian.
Adapun, di akun Instagram-nya @rosanroeslani, Rosan mengatakan bahwa Prabowo juga memberikan arahan terkait percepatan hilirisasi dan penguatan program prioritas Danantara.
"Investasi di Indonesia Insya Allah semakin bernilai tambah, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta menggerakkan industri nasional agar semakin kompetitif," kata Rosan.
Pada beberapa waktu sebelumnya, Rosan juga telah melaporkan terkait realisasi investasi Indonesia yang mencapai Rp498,79 triliun per kuartal I/2026. Realisasi investasi juga meningkat 7,22% secara tahunan (Year on Year/YoY). Dari realisasi investasi itu, porsi penanaman modal asing mencapai 50,11%.
Untuk penanaman modal asing terdapat sejumlah negara yang menyumbang investasi terbesar, yakni Singapura sekitar US$4,6 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, China US$2,2 miliar, AS US$1,7 miliar, dan Jepang US$1 miliar.
Adapun, terdapat sejumlah sektor yang mendominasi investasi yakni industri logam dasar atau barang logam seperti smelter dan yang lain-lain. Kemudian jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang, serta telekomunikasi.





