REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kota New York menghadirkan terobosan menarik jelang Piala Dunia 2026. Venue tenis ternama USTA Billie Jean King National Tennis Center akan disulap menjadi fan zone Piala Dunia 2026 terbesar di kota tersebut.
Wali Kota Zohran Mamdani mengumumkan, lokasi di Queens itu diperkirakan mampu menampung hingga 10 ribu penggemar dalam satu waktu selama periode 11-27 Juni. Selain itu, empat fan zone lain juga akan disiapkan di Manhattan, Bronx, Brooklyn, dan Staten Island.
Baca Juga
Boston Izinkan Tradisi Tailgating di Piala Dunia, Suporter Bisa Pesta di Area Stadion Sebelum Laga
Luka Modric Terancam Gagal Berlaga di Piala Dunia 2026, Naik Meja Operasi Usai Retak Tulang Pipi
Jelang Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Dihantam Cedera Hamstring
“Acara-acara ini awalnya tidak direncanakan gratis, tetapi olahraga dunia seharusnya menjadi milik dunia,” ujar Mamdani.
“Kami telah membuat keputusan bersama agar para penggemar dapat menontonnya bersama tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.”
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sejumlah lokasi ikonik juga akan menjadi pusat keramaian, termasuk Rockefeller Center yang dijadwalkan menggelar fan zone pada 6-19 Juli, serta Brooklyn Bridge Park yang akan menjadi salah satu lokasi dengan durasi terpanjang.
Mamdani menegaskan, kebijakan ini bertujuan membuka akses bagi semua kalangan, terutama di tengah tingginya harga tiket pertandingan yang dinilai memberatkan.
“Sepak bola adalah permainan yang lahir dari kelas pekerja. Harga tiket yang kita lihat bukanlah harga yang bahkan bisa diimpikan oleh banyak pekerja,” katanya.
Zona penggemar ini akan menghadirkan siaran langsung pertandingan, kuliner, serta berbagai program budaya dan komunitas untuk meramaikan suasana turnamen.
Gubernur Negara Bagian New York Kathy Hochul memperkirakan ajang ini akan menarik lebih dari satu juta pengunjung dengan dampak ekonomi mencapai miliaran dolar.
Ia juga mengumumkan sejumlah program pendukung, termasuk perpanjangan jam operasional tempat hiburan, izin pesta nonton bersama di ruang terbuka, serta program “New York Kicks” untuk pengembangan sepak bola usia muda.
Wilayah New York-New Jersey sendiri akan menjadi salah satu pusat utama penyelenggaraan, termasuk menjadi tuan rumah partai final pada 19 Juli mendatang.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, New York berharap dapat menghadirkan pengalaman Piala Dunia yang inklusif, meriah, dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.