Perusahaan Green SM Masih Investigasi Terkait Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Perusahaan taksi listrik, Green SM Indonesia kembali merilis pernyataan resmi terkait dengan insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin 27 April 2026. Seperti diketahui, ramai beredar kabar menyebut bahwa insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang line dipicu oleh taksi listrik hijau yang lebih dulu terlibat kecelakaan di perlintasan.

Dalam pernyataan resmi kedua mereka yang dirilis Selasa siang 28 April 2026, pihak perusahaan menyampaikan duka mendalam dan belasungkawa terhadap keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

“ Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman,” demikian keterangan resmi mereka dikutip dari akun Instagram resminya, Selasa 28 April 2026.

Baca Juga :
Penuh Haru, Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Sempat Tanyakan Kondisinya Saat Dievakuasi
Sejarah Gerbong Khusus Wanita di KRL, Hadir Sejak 2010 dan Pernah Jadi Korban Tragedi Bintaro 2

Dijelaskan juga bahwa saat ini peristiwa kecelakaan kereta tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dan akan mendukung jalannya investigasi.

“Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi,” kata mereka.

Pihaknya juga berkomitmen menjaga standar operasional yang ketat demi menjaga keselamatan pengemudi, penumpang dan masyarakat.

“Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat,” demikian keterangan resmi mereka.

Update Korban Meninggal Bertambah Jadi 15 Orang Hingga Selasa Siang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan update terkait data korban tabrakan  maut antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam.

Dia mengungkap total korban meninggal dunia menjadi 15 orang. Sedangkan 88 korban lainnya masih dirawat di rumah sakit. 

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evaluasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," kata AHY kepada wartawan usai meninjau Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga :
Fantastis! Pemilik Green SM Ternyata Orang Terkaya Nomor 1 di Vietnam, Kekayaan Tembus Rp610 Triliun
10 Korban Tewas KRL vs Argo Bromo Anggrek Berhasil Diidentifikasi, Ini Namanya
AHY soal Usulan Gerbong Wanita Dipindah: Laki-Perempuan Sama Saja, Tak Boleh Jadi Korban!

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Matel Pinjol Prank Damkar, OJK Ancam Blacklist Perusahaan Jasa Penagihan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Dilaporkan Geram, Amerika Serikat Tak Puas dengan Proposal Baru Iran
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan Kereta di RSUD Kota Bekasi
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Luluh Lantak Usai Ditabrak KA Bromo Anggrek
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Tekan Impor LPG, Komisi VII DPR RI Dorong Percepatan Transformasi Industri ke Energi CNG
• 38 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.