FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat pelaksanaan program Multi Years Project (MYP) pada sejumlah ruas jalan strategis, termasuk Jalan Aroepala dan Jalan Hertasning di Kota Makassar.
Program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan laporan progres terbaru, pekerjaan MYP terbagi dalam lima paket yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Pekerjaan meliputi pengaspalan jalan, pembangunan bahu jalan, hingga peningkatan sistem drainase, dengan prioritas pada ruas yang mengalami kerusakan serta memiliki volume lalu lintas tinggi.
Pada Paket 1, pekerjaan mencakup sejumlah ruas, di antaranya Jalan Hertasning dengan pembangunan kerb median (63,76 persen), ruas Burung-Burung–Bili-Bili (65,07 persen) dengan pekerjaan beton rigid, serta ruas Tanete Tanaberu (15,23 persen) untuk bahu jalan beton. Selain itu, dilakukan pekerjaan lapisan pondasi agregat (LPA) di Jalan H.M. Yasin Limpo (28,60 persen).
Sementara itu, Paket 2 meliputi pembangunan dinding penahan tanah pada ruas Panciro–batas Kota Makassar (39,65 persen), serta pekerjaan lapisan aspal beton antara (AC-BC) di ruas batas Kota Makassar–Bontoramba (23,32 persen).
Untuk Paket 3, pekerjaan difokuskan pada sejumlah ruas di wilayah Sidrap dan sekitarnya, seperti Paleteang–Malimpung hingga batas Enrekang (66,04 persen) dengan pekerjaan aspal lapis aus (AC-WC), serta penanganan bahu jalan dan pelapisan aspal di beberapa titik lainnya.
Adapun Paket 4 mencakup pekerjaan beton pada ruas batas Soppeng–Ulugalung (6,85 persen), sedangkan Paket 5 meliputi pembangunan saluran drainase serta pengaspalan pada ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae (4,89 persen) dan Ujung Lamuru–Palattae (20,93 persen).
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan percepatan proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut dia, sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai menunjukkan perbaikan signifikan.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya rusak kini telah diaspal dengan kondisi lebih baik, sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan,” kata Rosyadi.
Pemprov Sulsel menargetkan program MYP berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak nyata terhadap kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa di Sulawesi Selatan. Percepatan ini juga diharapkan dapat menekan biaya logistik serta meningkatkan efisiensi distribusi antarwilayah. (*)




