Pecah Telor, GoTo Bukukan Laba Bersih untuk Pertama Kali

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi atau ride hailing, membukukan laba bersih Rp 171 miliar pada triwulan I-2026. Ini pertama kalinya perusahaan meraih laba bersih sejak berdiri pada 2010.

“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Kondisi ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami,” ujar Direktur Utama GoTo Grup, Hans Patuwo, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Baca JugaBagaimana Kinerja GoTo dan Grab pada Triwulan IV-2025?

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I-2026 yang dirilis pada hari yang sama, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) membukukan laba bersih Rp 171 miliar. Lonjakan pendapatan dan pengendalian beban biaya-biaya menjadi faktor utama yang memengaruhi capaian itu.

Pada triwulan I-2026, pendapatan perusahaan mencapai Rp 5,34 triliun atau naik 26 persen dibanding periode yang sama pada 2025. Sementara kenaikan total beban dan biaya hanya sebesar 11 persen. Selisih ini mendorong perusahaan mencatatkan laba usaha sebesar Rp418 miliar, berbalik dari rugi operasional Rp 193 miliar pada triwulan I-2025.

Perusahaan, merujuk laporan keuangan yang sama, juga mencatat peningkatan signifikan dalam laba operasional perusahaan sebelum dipotong biaya bunga, pajak, penyusutan aset, dan amortisasi (earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization /EBITDA) yang sudah disesuaikan.

EBITDA yang sudah disesuaikan adalah ukuran untuk menampilkan kinerja operasional inti perusahaan dengan “membersihkan” hal-hal yang dianggap tidak rutin, tidak terkait langsung dengan bisnis utama, atau bersifat akuntansi/non-kas.

Pada triwulan I-2026, EBITDA GoTo yang sudah disesuaikan mencapai Rp 907 miliar, tumbuh 131 persen secara tahunan. Realisasi ini telah mencapai sekitar 27 persen dari target tahunan senilai Rp 3,2–Rp 3,6 triliun.

Dari sisi arus kas, adjusted free cash flow tercatat positif. Nilainya Rp 1,3 triliun pada triwulan I-2026. Ini mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari operasional setelah belanja modal.

Direktur Keuangan GoTo Grup, Simon Ho, mengatakan, pencapaian laba bersih pertama kali mencerminkan operating leverage yang kini tertanam secara struktural dalam unit bisnis. Operating leverage adalah tingkat sensitivitas laba operasional terhadap perubahan penjualan.

Ini menunjukkan seberapa besar laba akan naik atau turun ketika penjualan berubah. Pada leverage operasi tinggi, sedikit kenaikan penjualan dapat mendorong lonjakan laba (namun juga memperbesar risiko saat penjualan turun). Sementara, pada leverage rendah, perubahan laba cenderung lebih stabil dan tidak terlalu drastis.

GoTo Grup mencatatkan bisnis layanan teknologi finansial mengalami lonjakan pada EBITDA yang sudah disesuaikan pada triwulan I-2026, yakni menjadi Rp 364 miliar. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh peningkatan penggunaan transaksi bulanan dan monetisasi layanan.

Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis layanan teknologi finansial maupun on-demand services.

Unit bisnis on-demand services, seperti layanan transportasi daring dan pengantaran, juga mengalami kinerja positif. EBITDA yang sudah disesuaikan di unit bisnis ini tumbuh 40 persen menjadi Rp 439 miliar. Ini antara lain dipengaruhi pelanggan berdaya beli tinggi yang aktif dan kurang sensitif terhadap harga.

"Pertumbuhan pendapatan melebihi pertumbuhan biaya secara signifikan, baik di bisnis layanan teknologi finansial maupun on-demand services,” katanya.

Menurut Simon, biaya layanan di GoTo Grup juga menurun seiring dengan adopsi teknologi kecerdasan buatan yang terus dilakukan. Manajemen berharap, sampai akhir 2026, arus kas bebas yang disesuaikan akan terus positif. Dengan demikian, seluruh neraca keuangan lebih kuat.

Pesaing GoTo, yaitu Grab Holdings Limited (Grab) yang melantai di bursa saham Nasdaq Amerika Serikat, belum merilis kinerja keuangan triwulan I-2026. Dalam laman hubungan investor Grab, perusahaan ini menyebutkan bakal mengumumkan pada 4 Mei 2026.

Mengutip The Strait Times, Grab membukukan laba bersih 268 juta dolar AS pada 2025, berbalik dari rugi 105 juta dolar AS pada 2024. Hal ini menandai tahun pertama perusahaan mencetak keuntungan secara penuh.

Baca JugaGrab Berencana Tawarkan Obligasi Konversi Bernilai Jumbo, Sinyal Akuisisi GoTo Menguat?

Pencapaian tersebut didorong oleh lonjakan laba triwulan IV-2025 yang mencapai 171 juta dolar AS atau naik lebih dari enam kali lipat dibanding setahun sebelumnya. Pendapatan triwulanan juga tumbuh 19 persen menjadi 906 juta dolar AS.

“Kami menutup tahun 2025 dengan capaian triwulan keempat yang mencetak rekor. Kami menghasilkan laba bersih tahunan pertama kami dan melampaui 50 juta pengguna yang bertransaksi setiap bulan,” kata salah satu pendiri sekaligus CEO Grab Anthony Tan, dalam pengumuman hasil kinerja keuangan 2025, 11 Februari 2026.

Namun, bersamaan dengan pengumuman kinerja keuangan 2025, harga saham Grab turun sekitar 4 persen. Apalagi Grab juga memperkirakan pendapatan pada 2026 di bawah ekspektasi analis Wall Street.

Para analis, sesuai pemberitaan Reuters yang dikutip ulang oleh The Strait Times, memperkirakan pertumbuhan layanan transportasi daring dan pengiriman barang akan lambat karena konsumen bergulat dengan ketidakpastian ekonomi.

Tingkat inflasi yang tinggi di pasar-pasar utama Asia Tenggara, ditambah dengan dampak kebijakan tarif Amerika Serikat, telah mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam pengeluaran. Mereka juga mencari opsi penghematan biaya untuk pembelian kebutuhan rutin.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lokomotif yang Seruduk Gerbong KRL di Stasiun Bekasi Timur Berhasil Dilepas
• 14 jam laludetik.com
thumb
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Bupati Hari Wuryanto Melepas 450 Calon Haji Madiun Menuju Embarkasi Surabaya
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Datangi RSUD Kota Bekasi, Jenguk Korban Kecelakaan Kereta
• 14 jam laludetik.com
thumb
ATR/BPN Perkuat Kanal Pengaduan Digital, Dorong Transparansi Layanan Publik
• 4 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.