Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal melakukan penataan kawasan pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Asisten II Setda NTB Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Lalu Moh. Faozal menjelaskan Pemprov berencana mengoptimalkan fungsi kawasan tersebut, termasuk pengembangan fasilitas pendukung untuk meningkatkan tingkat hunian hotel.
"Revitalisasi Senggigi kita dorong, termasuk mengalihfungsikan Pasar Seni menjadi fasilitas pendukung darat dermaga. Ini penting untuk mendukung keterisian lebih dari 3.500 kamar hotel di kawasan itu," jelas Faozal dikutip dari keterangan pers, Selasa (28/4/2026).
Kawasan Senggigi merupakan kawasan wisata awal di NTB sebelum populer kawasan baru seperti Mandalika, Pantai Pink, dan lainnya. Selain menawarkan pantai yang indah, Senggigi juga menjadi pusat hiburan dan akomodasi di NTB.
Akan tetapi kunjungan ke Senggigi semakin menurun saat pandemi covid-19, dan sulit pulih hingga saat ini. Industri hiburan di Senggigi juga tidak seramai dulu. Upaya revitalisasi tersebut menurut Faozal untuk mengembalikan geliat wisata Senggigi.
Selain itu, pemprov NTB bakal melakukan penguatan konektivitas dan infrastruktur perhubungan. Pemprov NTB mendorong percepatan akses transportasi, baik udara maupun laut, yang selama ini masih menghadapi kendala biaya tinggi.
Baca Juga
- Siap-siap! Tarif Parkir di Bandara Lombok Naik Mulai 1 Maret 2026
"Kami mendorong koordinasi komprehensif untuk mengatasi hambatan konektivitas udara, baik domestik maupun internasional yang sering terkendala high cost. Ini harus diselesaikan agar mobilitas orang dan barang semakin lancar," kata Faozal.
Sebagai informasi, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melalui BIZAM pada Februari 2026 tercatat sebanyak 5.154 orang, menurun 33,19 persen dibandingkan bulan Januari 2026 yang tercatat sebanyak 7.714 orang.
Selanjutnya, wisman terbanyak berasal dari regional Asean sebanyak 1.804 orang, diikuti oleh regional Asia (Non Asean) sebanyak 943 orang, serta regional Amerika dan Oseania yang masing-masing tercatat sebanyak 291 orang dan 140 orang.
Selain itu, terdapat pula kunjungan wisman dari regional Afrika dan Timur Tengah yang masing-masing tercatat sebanyak 17 orang dan 4 orang.
Jumlah wisatawan nusantara (wisnus) pada bulan Februari 2026 tercatat sebanyak 1,03 juta orang, turun 13,34% dibandingkan bulan Januari 2026 yang tercatat, sebanyak 1,19 juta orang.





