Petani Majalengka Sebut Kesejahteraan Meningkat di Era Presiden Prabowo

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Majalengka: Kesejahteraan petani di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto disebut semakin membaik, salah satunya terlihat dari kenaikan harga gabah yang diterima petani. Kondisi ini dirasakan Fachrudin, petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

"Kalau di sini harga gabah basah sehabis di-combine sekitar Rp 660.000- 680.000 per kwintal. Kalau gabah kering bisa Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per kwintal," kata Ketua Kelompok Tani Hujung ini di Majalengka, Selasa, 28 April 2026. 

Ia mengaku harga gabah di era Prabowo lebih tinggi dibanding sebelumnya. Terlebih, pada musim penghujan.
 

Baca Juga :

El Nino Godzilla Ancam Pertanian, Pakar Minta Petani Mulai Adaptasi

"Sebelum Prabowo, ya di bawah Rp 650.000/kwintal, dapat Rp 500.000 itu udah paling bagus. Saya aja kalau musim penghujan paling tinggi Rp 470.000-480.000 per kwintal," terangnya. 

Tak hanya itu, Fachrudin juga menyebut distribusi pupuk subsidi jauh lebih lancar dan murah saat ini. Kemudahan ini membuat petani seperti dirinya tak perlu antre dan kebingungan saat musim tanam. 

"Lebih lancar, harga lebih murah, dan nggak ribet sekarang. Dulu sampai antre dan bikin surat-surat, sekarang mah lebih enteng," ujarnya. 


Para petani di Majalengka. (Dokumentasi/ istimewa)

Menurutnya, kelancaran fasilitasi pupuk subsidi membuat produksi padinya tetap stabil tanpa kendala. Bahkan, kondisi tersebut turut mendorong peningkatan pendapatannya.

"Produksi padi hampir sama, stabil, dan rata, Pak. Tapi kalau penghasilan dari segi uang lebih banyak sekarang, karena ada peningkatan harga (gabah)," jelas Fachrudin. 

Oleh karena itu, dia menyatakan kesejahteraan petani kini bisa dikatakan lebih baik. Meskipun ada inflasi, tetapi setidaknya kehidupan sehari-hari relatif lebih baik.

"Alhamdulillah lebih baik, Pak. Cuma mungkin karena ada geger perang atau gimana, sehingga ada kenaikan harga. Kalau seandainya tidak ada perang itu pasti banyak petani yang membangun atau rehab rumah di kampung, dijamin tah," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AirAsia Indonesia Pangkas Kerugian 52,7% di Kuartal I-2026
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jalankan Perintah Prabowo, AHY Percepat Pembangunan Flyover
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Bongkar Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi: Dipicu Taksi Listrik Korsleting
• 6 jam laludisway.id
thumb
Perang di Iran Jadi Berkah Trader Minyak, Perusahaan Ini Raup Laba 2 Kali Lipat
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.