PPIH Tegaskan Masuk Raudhah tak Dipungut Biaya

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menegaskan akses untuk masuk ke Raudhah tidak dipungut biaya atau gratis. Jika ada pihak yang mengaku petugas dan meminta sejumlah uang, jemaah diminta untuk segera melapor ke petugas yang ada di sektor.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman, menjelaskan fasilitasi kepada jamaah untuk masuk ke Raudhah merupakan salah satu layanan yang diberikan kepada jamaah. Sehingga setiap jamaah berhak untuk masuk ke Raudhah.

Baca Juga
  • Tahun ini Usia Armada Bus Jamaah Haji tak Boleh Lebih dari Lima Tahun
  • ITDC Kebut Penataan Peninsula Island Nusa Dua
  • Pemulihan Trauma Korban Kecelakaan Perlu Dilakukan Bertahap

Teknisnya, bagi jemaah yang hendak masuk secara berkelompok akan diakomodir oleh bimbingan ibadah atau ketua kloter untuk diteruskan ke pimpinan sektor guna penjadwalan. “Saya tegaskan bahwa masuk ke Raudhah itu gratis. Sehingga ketika ada pihak yang menawarkan jasa kemudian meminta sejumlah uang, segera laporkan ke kami atau yang ada di sektor khusus Nabawi,” urainya, Selasa (28/4/026).

Menurutnya, ada marak penipuan atau orang yang tidak bertanggung jawab dan mengaku sebagai petugas kemudian meminta bayaran. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi atas pelanggaran tersebut. Termasuk bagi kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah yang mematok tarif masuk ke Raudhah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Daerah Kerja Madinah, Efrilen Hafiz, meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak risau terkait kesempatan beribadah di Raudhah. Pihaknya memastikan telah menyiapkan skema tasreh (surat izin) yang dirancang khusus untuk mengakomodir seluruh jemaah agar dapat memasuki area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.

Hafizh menjelaskan pihaknya saat ini mengelola tiga akun khusus untuk melakukan pengajuan tasreh melalui sistem berbasis web. Berdasarkan data terbaru, upaya ini telah membuahkan hasil yang signifikan.

"Tercatat ada 18.682 jemaah sudah mengantongi tasreh. Artinya masih ada sekitar 10 ribu jamaah yang saat ini sedang dalam proses pengajuan agar segera mendapatkan jadwal masuk,” jelasnya.

Untuk mengakses Raudhah, pihak Arab Saudi memang menerapkan aturan ketat. Akses hanya bisa menggunakan barcode yang bisa diperoleh melalui skema tasyreh untuk berkelompok, dan aplikasi Nusuk berbasis android bagi yang mandiri. Terdapat kabar baik terkait regulasi usia. Sebelumnya, kebijakan Pemerintah Arab Saudi sempat membatasi akses masuk Raudhah bagi jemaah dengan usia maksimal 41 tahun. Namun, melalui nota kesepahaman (MoU) dan negosiasi intensif, batasan tersebut berhasil dinaikkan.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan nota kesepahaman, batas usia maksimal dinaikkan menjadi 60 tahun. Untuk jamaah yang usianya di atas 60 tahun, tetap akan kami akomodir melalui mekanisme khusus,” ujar Hafizh.

Untuk menyiasati keterbatasan kuota dan kendala teknis bagi lansia, Daker Madinah menerapkan skema subsidi silang. Mekanismenya, jemaah yang berusia di bawah 40 tahun atau yang mahir teknologi (melek digital) didorong untuk mendaftar secara mandiri melalui aplikasi Nusuk. Selanjutnya barcode yang didapatkan oleh jemaah muda melalui aplikasi Nusuk akan dijadikan acuan untuk melimpahkan pengajuan tasreh resmi kepada jemaah yang berusia di atas 60 tahun.

Mekanisme subsisi silang itu pun tidak akan menghilangkan hak jemaah muda. Jemaah tetap bisa mendaftar mandiri via Nusuk kapan saja, selama proses pendaftaran dilakukan saat berada di area Masjid Nabawi.

Terkait teknis pelaksanaan, barcode tasreh kolektif akan dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Kemudian petugas bimbingan ibadah di tiap sektor mengoordinasikan jemaah yang akan masuk. Sebagai contoh, jika satu tasreh memuat kuota untuk 150 orang, maka sektor harus memastikan 150 jemaah tersebut berkumpul terlebih dahulu.

"Jadi barcode tidak dibagikan secara bebas ke sektor. Hal ini dilakukan agar seluruh kuota yang tertera dalam tasyreh terisi penuh dan tidak ada kuota yang terbuang sia-sia saat pemeriksaan oleh petugas Masjid Nabawi di pintu menuju Raudhah," katanya.

Infografis Rahasia di Balik Pilar-Pilar Raudhah. Infografis haji. - (Republika)
 
 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kios kopi di Pasar Santa buka pelatihan barista seharga Rp500 ribu
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Yen, Yuan hingga Rupiah Ambruk, Cemas Tunggu Rapat "Mengerikan" di AS
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Manchester United Tundukkan Brentford 2-1, Posisi Tiga di Klasemen Semakin Kokoh
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Surat Andrie Yunus Dibacakan di MK, Soroti Peradilan Militer
• 8 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 525, Hari Ini Selasa 28 April 2026: Aqeela Rapuh, Fattah Jadi Penyelamat
• 7 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.