BEKASI, DISWAY.ID-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rieke Diah Pitaloka mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait insiden di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
Rieke menduga bahwa perusahaan mobil taksi listrik berwarna ijo itu diduga memberikan harga argo paling murah dari kompetitor lainnya.
BACA JUGA:Butuh Anggaran Rp300 miliar, Tri Adhianto Sebut Pembang Flyover di Perlintasan Sebidang Bisa Dipercepat
Dugaan tersebut muncul adanya korban meninggal jiwa akibat taksi listrik tersebut mogok mendadak di perlintasan kereta api, tak jauh dari stasiun Bekasi Timur sekitar 50 meter
"Saya juga mendesak KPPU untuk segera menyelidiki ada kemungkinan predatory pricing yang melibatkan perusahaan ini. Ini masalah serius, jadi tidak bisa setengah-setengah," ungkap Rieke di lokasi pada Selasa, 28 April 2026.
BACA JUGA:Makna Cewek Mahal Menurut Patricia Gouw, Bukan Diukur dari Kemewahan
Meskipun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi secara mendalam, namun Rieke tetap mendorong agar segera melakukan pembekuan terhadap izin operasi dari perusahaan Green SM.
Pasalnya, kejadian tersebut harus menelan sebanyak 15 korban meninggal dunia dalam insiden tersebut
Ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada potensi kelalaian yang kembali membahayakan keselamatan masyarakat.
BACA JUGA:Astra Dorong Komoditas Unggulan Lokal, Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Lombok dan Bandung
"Kita hargai, tapi kami mendesak. Menurut saya, saat ini adalah yang juga tidak kalah penting bekukan izin operasi dari Green SM sampai jelas diduk perkara persoalan yang melibatkan kecelakaan yag melibatkan kecelakaan sampai menjnggalnya 15 orang," pungkas dia.
Dugaan gangguan teknis, sistem keselamatan kendaraan, hingga prosedur operasional perusahaan menjadi bagian dari penyelidikan.
Kasus ini pun memicu sorotan luas, tidak hanya soal keselamatan transportasi publik, tetapi juga terkait standar operasional perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik yang kini kian menjamur di berbagai kota besar di Indonesia.





