Green SM Ngebut Masuk RI, Izin Operasional Bak Sulap dalam Hitungan Bulan

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Anggota Rieke Diah Pitaloka menyoroti kejanggalan proses perizinan perusahaan transportasi listrik Green SM yang dinilai berlangsung sangat cepat, bak sulap dalam hitungan bulan.

Sorotan ini mencuat usai insiden tabrakan antara Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya, sehingga memicu desakan untuk mengusut tuntas legalitas operasional perusahaan tersebut di Indonesia.

Green SM menjadi penyebab tabrakan Commuter Line dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam WIB.

BACA JUGA:Investigasi Berjalan, Green SM Janji Ungkap Fakta di Balik Kecelakaan Kereta di Bekasi

Insiden tersebut mengakibatkan 15 korban sampai meninggal dunia dan 89 korban luka-luka karena kejadian tersebut.

Rieke menilai, selain faktor teknis di lapangan, ada persoalan serius terkait keberadaan dan operasional Green SM di Indonesia yang perlu dibongkar secara menyeluruh, termasuk jalur perizinan yang dinilai janggal.

"Ada persoalan yah juga menurut saya harus segera diusut tuntas terkait perusahaan Green SM-nya," tegas Rieke di lokasi pada Selasa, 28 April 2026.

BACA JUGA:Foto-Foto Penyerahan Jenazah Nur Ainia Kru Kompas TV Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Wanita berusia 52 tahun mendesak untuk segera mencari rekam jejak administrasi perusahaan itu agar bisa mendapatkan sejumlah perhatian serius dari pemerintah ataupun aparat penegak hukum.

Diketahui bahwa Green SM yang diketahui merupakan perusahaan transportasi berbasis listrik dengan kantor pusat di Vietnam, tercatat mengajukan izin usaha pada Januari 2024.

Hanya dalam hitungan bulan, tepatnya 15 Maret 2024, sistem Online Single Submission (OSS) telah menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk PT Xanh SM Green and Smart Mobility Indonesia.

BACA JUGA:Foto-Foto Penyerahan Jenazah Nur Ainia Kru Kompas TV Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Setelah itu, perusahaan tersebut bergerak melakukan ekspansi besar-besaran yang beroperasi di sejumlah kota besar seperti Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) sampai Jawa Timur yakni Surabaya serta Makassar.

Namun, di balik laju ekspansi itu, Rieke mempertanyakan satu hal krusial: kapan izin operasional resmi perusahaan itu diterbitkan.

"Januari diajukan, Maret keluar OSS, lalu sekitar Desember 2024 sudah launching dan beroperasi. Tapi ketika ditelusuri, saya belum menemukan kapan izin operasional resminya keluar. Kalau ternyata izin operasional baru keluar akhir 2025, berarti ada rentang waktu operasional yang harus dipertanyakan legalitasnya," papar dia.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susi Pudjiastuti jadi komut dan Ayi Subarna menjabat Dirut BJB
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 79, Hari Ini Selasa 28 April 2026: Puspa Lolos dari Penjara, Misteri Hilangnya Sultan Bikin Geger
• 12 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polisi Ungkap KA Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Sebelum Tabrak KRL di Bekasi
• 12 jam laludetik.com
thumb
Tinggal 2 Hari Lagi, Begini Cara Lapor SPT Tahunan di Coretax
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Patuhi PP TUNAS, TikTok Hapus 1,7 Juta Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.