Jakarta (ANTARA) - Jonatan Christie mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri saat dikalahkan Christo Popov pada partai pembuka laga terakhir Grup D Piala Thomas 2026 sehingga Indonesia sementara tertinggal 0-1 dari Prancis di Horsens, Denmark, Selasa atau Rabu dini hari WIB.
Jonatan menyerah 19-21, 14-21 kepada Christo dalam pertandingan tunggal pertama.
“Dari segi fisikal semuanya baik tapi mungkin memang sedikit terhambat di bagian lowernya. Tapi saya sudah melakukan yang terbaik, untuk recovery juga sangat baik,” kata Jonatan dalam keterangan tertulis PP PBSI setelah laga.
Jonatan mengatakan sudah berupaya mengikuti ritme permainan lawan pada gim pertama dan beberapa kali menyamakan kedudukan.
Namun, menurut dia, sejumlah kesalahan sendiri justru memberi kesempatan Christo mendapatkan kembali momentum pertandingan.
“Padahal tadi sudah bisa take over poinnya,” ujar Jonatan.
Ia menyebut kegagalan merebut gim pertama menjadi titik penting karena seharusnya menjadi modal berharga untuk menghadapi gim berikutnya.
“Disayangkan memang di gim pertama harusnya itu modal yang cukup bagus. Tapi ketika lepas, momentumnya itu yang harus dibangun lagi dan tidak mudah dengan kondisi yang ada juga,” katanya.
Baca juga: Tiga tunggal putra Indonesia jadi kunci lawan Prancis di Piala Thomas
Jonatan memuji Christo yang tampil solid sepanjang pertandingan.
“Selain itu, Christo juga bermain cukup baik hari ini, dari defense-nya, dari lebih sabarnya juga,” ujarnya.
Indonesia masih berpeluang membalikkan keadaan melalui empat laga berikutnya.
Pada partai kedua, Alwi Farhan dijadwalkan menghadapi Alex Lanier. Duel ini diperkirakan berlangsung ketat.
Selanjutnya, Anthony Sinisuka Ginting melawan Toma Junior Popov. Pengalaman Ginting di level beregu diharapkan menjadi modal penting untuk merebut poin penyeimbang.
Dari sektor ganda, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi pada partai keempat, dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan pasangan bersaudara Christo Popov/Toma Junior Popov.
Indonesia membutuhkan sedikitnya tiga kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara Grup D.
“Saya minta maaf karena tidak bisa memberikan poin untuk tim Indonesia. Saat ini kami tertinggal tapi saya berharap, teman-teman tidak terpengaruh dengan hal tersebut,” ujar Jonatan.
Baca juga: Ester Nurumi pastikan Indonesia puncaki Grup C Piala Uber 2026
Jonatan menyerah 19-21, 14-21 kepada Christo dalam pertandingan tunggal pertama.
“Dari segi fisikal semuanya baik tapi mungkin memang sedikit terhambat di bagian lowernya. Tapi saya sudah melakukan yang terbaik, untuk recovery juga sangat baik,” kata Jonatan dalam keterangan tertulis PP PBSI setelah laga.
Jonatan mengatakan sudah berupaya mengikuti ritme permainan lawan pada gim pertama dan beberapa kali menyamakan kedudukan.
Namun, menurut dia, sejumlah kesalahan sendiri justru memberi kesempatan Christo mendapatkan kembali momentum pertandingan.
“Padahal tadi sudah bisa take over poinnya,” ujar Jonatan.
Ia menyebut kegagalan merebut gim pertama menjadi titik penting karena seharusnya menjadi modal berharga untuk menghadapi gim berikutnya.
“Disayangkan memang di gim pertama harusnya itu modal yang cukup bagus. Tapi ketika lepas, momentumnya itu yang harus dibangun lagi dan tidak mudah dengan kondisi yang ada juga,” katanya.
Baca juga: Tiga tunggal putra Indonesia jadi kunci lawan Prancis di Piala Thomas
Jonatan memuji Christo yang tampil solid sepanjang pertandingan.
“Selain itu, Christo juga bermain cukup baik hari ini, dari defense-nya, dari lebih sabarnya juga,” ujarnya.
Indonesia masih berpeluang membalikkan keadaan melalui empat laga berikutnya.
Pada partai kedua, Alwi Farhan dijadwalkan menghadapi Alex Lanier. Duel ini diperkirakan berlangsung ketat.
Selanjutnya, Anthony Sinisuka Ginting melawan Toma Junior Popov. Pengalaman Ginting di level beregu diharapkan menjadi modal penting untuk merebut poin penyeimbang.
Dari sektor ganda, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menghadapi Eloi Adam/Leo Rossi pada partai keempat, dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan pasangan bersaudara Christo Popov/Toma Junior Popov.
Indonesia membutuhkan sedikitnya tiga kemenangan untuk menjaga peluang finis sebagai juara Grup D.
“Saya minta maaf karena tidak bisa memberikan poin untuk tim Indonesia. Saat ini kami tertinggal tapi saya berharap, teman-teman tidak terpengaruh dengan hal tersebut,” ujar Jonatan.
Baca juga: Ester Nurumi pastikan Indonesia puncaki Grup C Piala Uber 2026





