jpnn.com, JAKARTA - Insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) menyisakan duka mendalam bagi masyarakat.
Kejadian tersebut tak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.
BACA JUGA: Gus Falah Komisi III Desak Polisi Usut Tuntas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Di sisi lain, sinergi cepat antarinstansi dalam penanganan korban tetap diutamakan. Berbagai pihak bergerak bersama untuk memastikan keselamatan, perawatan, dan pendampingan bagi para korban serta keluarga yang terdampak.
"PT Jasaraharja Putera (JRP) turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan ini. Kami bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait serta melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit guna memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik," kata Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris dalam siaran persnya, Selasa (28/4).
BACA JUGA: Mensos Pastikan Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Dapat Bantuan Pemerintah
Dia menjelaskan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran terkait, termasuk Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktur Utama Jasa Raharja, Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, serta pemerintah daerah, menjadi bentuk empati sekaligus upaya memastikan korban memperoleh penanganan terbaik.
Kunjungan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid juga menjadi momen dukungan moril bagi korban dan keluarga.
BACA JUGA: 14 Penumpang Tewas saat Kecelakaan Kereta, Bos KAI Boby Rasyidin Buka Posko Darurat
Dalam situasi darurat tersebut, PT Jasaraharja Putera menunjukkan respons cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama berbagai pihak. Peran ini menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan tambahan serta memastikan proses penanganan berjalan optimal.
"Kami berkomitmen untuk terus mendampingi proses penanganan korban agar berjalan optimal serta memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh korban dan keluarga. Semangat kami adalah melayani sepenuh hati, dengan memastikan masyarakat merasakan kehadiran layanan yang cepat dan terpercaya," ujar Abdul Haris.
Menurut dia, selain memberikan pendampingan, PT Jasaraharja Putera juga menghadirkan perlindungan asuransi tambahan dengan nilai pertanggungan hingga Rp 40 juta untuk penumpang dan hingga Rp150 juta bagi awak kereta api.
Dukungan ini mencakup santunan meninggal dunia serta manfaat lain sesuai perjanjian kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Proses klaim pun dipastikan berjalan cepat, mudah, dan transparan melalui koordinasi aktif dengan rumah sakit serta pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan keluarga di tengah situasi sulit.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap musibah, terdapat upaya bersama untuk menghadirkan kepedulian dan perlindungan. Sinergi lintas sektor yang terbangun tidak hanya mempercepat penanganan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat. (cuy/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
BACA ARTIKEL LAINNYA... Seluruh Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Perempuan, Kabasarnas Pastikan Hal Ini
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




