Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta akses pendidikan gratis bagi masyarakat Jawa Barat (Jabar) diutamakan ramai jadi perbincangan. Pasalnya, hampir kurang lebih 106.196 anak di Jabar tidak sekolah.
Catatan ini berdasarkan dari Kemendikdasmen. Dimana angka ini juga menjadi angka tertinggi se-Indonesia. Mengetahui hal itu, Dedi Mulyadi minta akses pendidikan gratis bagi masyarakat diutamakan.
Bahkan pendataan rinci akan mulai dilakukan demi nasib anak-anak Jabar di masa depan.
“Ini yang menjadi perhatian kita hari ini. Nanti kita buat data, di mana saja anak-anak yang tidak sekolah itu,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Selasa (28/4/2026).
Nantinya, Dedi bersama Pemprov Jabar bakal menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menekan angka itu. Yakni salah satu hal yang paling mungkin dilakukan dengan memastikan akses pendidikan gratis.
Yang ditargetkan bagi masyarakat tidak mampu, namun ingin bersekolah baik itu di sekolah negeri maupun sekolah swasta.
“Sekolah negeri dan swasta untuk masyarakat tidak mampu gratis. Di tingkat SD juga sudah ditanggung pemerintah daerah,” imbuh Dedi Mulyadi.
Lebih lanjut, Pemrov Jabar juga berharap agar ada peran orang tua yang juga harus hadir. Yakni untuk memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah.
Barulah setelah itu, pemerintah akan melibatkan aparat desa hingga dinas pendidikan untuk mendatangi anak-anak yang belum bersekolah.
“Nanti didatangi oleh aparat desa, dinas pendidikan kabupaten atau kota, provinsi, dan tim pengawas untuk didorong kembali sekolah,” ujar Dedi Mulyadi.
Sedangkan terkait rencana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Kemendiknasmen, Dedi menegaskan seluruh daerah harus siap mendukung kebijakan tersebut.
“Daerah harus siap,” tandasnya.
Sementara itu, beralih dari berita soal Dedi Mulyadi minta akses pendidikan gratis bagi masyarakat Jawa Barat, sebenarnya jumlah anak yang belum mengenyam pendidikan formal di Indonesia masih berada pada angka yang mencolok.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat totalnya mencapai sekitar 4 juta anak tidak mendapat akses sekolah. Dan dari seluruh angka itu, Jawa Barat lah yang tercatat sebagai provinsi dengan jumlah anak tidak sekolah paling besar.
"Terkait dengan sebaran anak tidak sekolah, ini hampir semua provinsi ada anak tidak sekolah, angka tertinggi itu di Jawa Barat, secara sebaran jumlahnya itu ada 106.196," kata Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi dikutip dari Kompas.com.
"Sedangkan yang terendah itu ada di Papua Pegunungan, itu tercatat hanya 208, kemudian Papua Barat Daya 264, Papua Selatan 755," imbuhnya. (*)
Artikel Asli




