Titik Rawan Perlintasan Kereta Disorot, AHY Dorong Percepat Bangun Flyover dan Underpass

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Percepatan pembangunan flyover dan underpass di perlintasan sebidang menjadi sorotan utama pemerintah menyusul insiden kecelakaan kereta api di Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pembenahan titik-titik perlintasan kereta sebidang yang memiliki risiko tinggi perlu segera dilakukan sebagai solusi jangka panjang.

Ia menyebut, perlintasan sebidang di kawasan padat menjadi titik rawan yang membutuhkan intervensi infrastruktur agar potensi kecelakaan dapat ditekan.

“Selebihnya kita ingin memastikan juga hadir solusi infrastruktur, misalnya ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” jelas AHY, Selasa (28/4/2026).

Selain mendorong solusi infrastruktur, AHY juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi perlintasan kereta api.

Ia menegaskan, kecelakaan di perlintasan tidak hanya berdampak pada keselamatan jiwa, tetapi juga bisa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat secara luas.

Baca juga: UPDATE: Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi 15 Orang

Investigasi KNKT dan Evaluasi menyeluruh

Di sisi lain, pemerintah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang.

AHY menyampaikan bahwa investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan komprehensif, termasuk menelaah sistem persinyalan dan aspek operasional.

Ia juga menyinggung tingginya jumlah korban perempuan dalam insiden tersebut sebagai bagian dari evaluasi, namun menekankan bahwa keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama.

Baca juga: Daftar Nama Korban Tewas dan Luka Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

AHY Tinjau Korban di RSUD Bekasi

Sebelumnya, AHY meninjau langsung kondisi korban kecelakaan kereta api yang dirawat di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026), usai memimpin rapat darurat di lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Ia menjelaskan bahwa korban yang berhasil dievakuasi tersebar di sejumlah rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, dengan RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu pusat penanganan utama.

Sejumlah korban mengalami luka berat, mulai dari patah tulang hingga dislokasi.

“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya,” tuturnya.

Hingga siang hari, tercatat 15 orang meninggal dunia akibat tabrakan keras yang melibatkan rangkaian kereta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertama Kali, GoTo Cetak Laba Bersih Rp 171 Miliar pada Kuartal I 2026
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Unhas Akselerasi Penerapan SDGs
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Danantara Janji Benahi Sistem Keselamatan Kereta Imbas Tragedi Bekasi
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
WN Swedia Dievakuasi di Jurang Ubud Bali, Diduga Tewas Sudah 3 Hari
• 11 jam laludetik.com
thumb
KRL Line Bekasi Cikarang Belum Bisa Beroperasi Pagi Ini
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.