Riefky Dorong IFC Jadi Pusat Ekonomi Kreatif dan Pembiayaan Kreator

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Menteri Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan kesiapan kementeriannya dalam mendukung pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) sebagai bagian dari strategi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Riefky, IFC tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat keuangan, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat gaya hidup, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu memperkuat ekosistem industri kreatif Indonesia.

"Kami siap untuk dilibatkan dalam membangun ekosistem pendukungnya, mulai dari regulasi, insentif, hingga pengembangan talenta. IFC ini juga diharapkan menjadi jembatan bagi kreator Indonesia untuk mendapatkan intellectual property (IP), pembiayaan, maupun skema royalty financing," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 29 April 2026.

Ia menambahkan, peran Kementerian Ekonomi Kreatif dalam Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi (Satgas P3M-PPE) sangat strategis, khususnya dalam mengakselerasi subsektor ekonomi kreatif berbasis digital.

Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu fokus utama, termasuk optimalisasi subsektor prioritas seperti gim, animasi, konten digital, dan aplikasi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga momentum investasi sekaligus memperluas pasar industri kreatif nasional.

Selain itu, penguatan infrastruktur digital juga terus didorong, di antaranya melalui pengembangan pusat data di KEK Batam dan Bitung. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan industri kreatif yang semakin berbasis teknologi.

Kemudian, Riefky menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Melalui sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga, hambatan-hambatan yang selama ini dihadapi pelaku industri diharapkan dapat segera diatasi.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan membentuk kelompok kerja (pokja) dalam kerangka Satgas P3M-PPE yang akan fokus pada percepatan implementasi program, penyelesaian hambatan, serta penguatan regulasi dan kerja sama internasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investigasi Berjalan, Green SM Janji Ungkap Fakta di Balik Kecelakaan Kereta di Bekasi
• 16 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Resmikan "Groundbreaking" 13 Proyek Hilirisasi, Nilainya Rp 116 Triliun
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Heboh Anggaran Sepatu Siswa Sekolah Rakyat Capai Rp27 Miliar, Per Pasang Dipatok Rp700 Ribu
• 36 menit lalutvonenews.com
thumb
Foto: Tangis Pecah Saat Penyerahan Jenazah Korban Kecelakaan KRL di RS Polri
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkum Bakal Tindak Tegas Pembajak Siaran Olahraga
• 5 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.