Harga Bitcoin Hari Ini (29/4): Data Ekonomi Amerika Serikat Gagalkan Rally

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali turun dalam perdagangan pada pagi hari di Rabu (29/4). Hal ini menyusul ekspektasi data ekonomi terbaru yang sebagian besar diproyeksikan tertekan akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini kembali turun ke US$76.000. Ia kembali gagal menembus level psikologis US$80.000. Reli yang diharapkan pasar tertahan oleh tekanan dari data ekonomi terbaru.

Baca Juga: Inilah Alasan Harga Bitcoin Gagal Tembus US$80.000

BRN Head of Research, Timothy Misir menilai kurangnya kejelasan data ekonomi saat ini menjadi penghambat utama bagi pengambilan keputusan investor global, termasuk investor bitcoin.

Data University of Michigan menunjukkan indeks sentimen konsumen turun ke level terendah sepanjang sejarah, yakni 49,8 di Amerika Serikat. Penurunan ini terutama dipicu oleh tekanan inflasi yang meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Ekspektasi inflasi jangka pendek (1 tahun) naik tajam ke 4,8% dari sebelumnya 3,8%. Sementara itu, ekspektasi jangka panjang (5–10 tahun) mencapai 3,5%. Ia merupakan level tertinggi sejak Oktober 2025.

Lonjakan ekspektasi inflasi menjadi perhatian utama bagi Federal Reserve (The Fed). Bank sentral, karena hal tersebut, berpotensi memicu efek berantai (self-fulfilling inflation). Hal ini dapat membatasi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Kebijakan moneter yang cenderung ketat (hawkish) berpotensi menahan kenaikan bitcoin dan aset berisiko lainnya. Misir menyebut kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang sebagai indikator paling krusial.

The Fed sendiri diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%. Pasar juga memperkirakan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral lain, termasuk Bank of Japan di Juni.

Selain itu, pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan lebih dari dua kenaikan suku bunga di Eropa dan Inggris. Hal ini dapat menjadi faktor tambahan yang mempengaruhi pergerakan harga bitcoin.

Dari sisi kripto, aliran dana ke exchange-traded funds tetap menjadi faktor penting untuk menopang harga saat terjadi koreksi.

Baca Juga: Kripto Masih Rawan? Analis Buka Suara Soal Skenario Harga Bitcoin Jatuh ke US$40.000

Dengan tekanan makro yang kuat, bitcoin saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi dan belum menunjukkan sinyal breakout yang meyakinkan. Selama inflasi tinggi dan kebijakan moneter belum melonggar, potensi kenaikan bitcoin diperkirakan tetap terbatas dalam jangka pendek.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming PSG vs Bayern Munchen di Liga Champions, Kick-off Jam 02.00 WIB
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Ibam Eks Konsultan Nadiem akan Jalani Sidang Vonis pada 12 Mei 2025
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
1.720 SPPG Tetap Dapat Insentif Rp 6 Juta Per Hari Meski Tutup Sementara
• 16 jam laludetik.com
thumb
Zodiak yang Sulit Percaya Orang Lain
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ibrahim Arief Bakal Hadapi Sidang Vonis Chromebook pada 12 Mei 2026
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.