Intip Laba 2 Emiten Sawit TP Rachmat TAPG dan DSNG, Mana Paling Moncer?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Dua emiten perkebunan kelapa sawit milik pengusaha Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), sama-sama membukukan laba pada kuartal I 2026. Meski begitu, kinerja keduanya bergerak berlawanan secara tahunan atau year on year (yoy). 

Merujuk laporan keuangan triwulan pertama perseroan, DSNG membukukan laba bersih Rp 430,43 miliar. Jumlah tersebut meningkat 16,91% dibandingkan dengan laba perseroan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 368,15 miliar.   

Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo mengatakan, segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama dalam pendapatan perseroan. DSNG mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,88 triliun dari Rp 2,67 triliun secara tahunan atau year on year (YoY).  

Adrianto menyampaikan, penjualan crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah meningkat 18% meski harga jual rata-rata turun 3% pada tiga bulan perdana tahun ini.

"Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000-an hektare," kata Andrianto dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (29/4).

Seiring dengan naiknya pendapatan perseroan, beban pokok pendapatan juga meningkat 10% menjadi Rp 2 triliun dari Rp 1,8 triliun secara YoY. Kendati demikian, DSNG melakukan deleveraging sehingga biaya bunga pinjaman menjadi turun, berdampak pada peningkatan laba perseroan. 

Dari sisi produksi, perseroan mencatatkan produksi TBS sebesar 492 ribu ton atau meningkat 2,7% YoY. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan produksi TBS kebun plasma sebesar 6,2% yoy, sementara kebun inti meningkat 1,8% YoY. 

Produksi CPO tercatat meningkat 2,1% menjadi 141 ribu ton, diikuti palm kernel (PK) 2,9% YoY sebesar 27 ribu ton, dan palm kernel oil (PKO) 5,7% YoY sebesar 8,5 ribu ton. Kinerja operasional tercermin dari oil extraction rate (OER) sebesar 23,32% serta tingkat free fatty acid (FFA) di kisaran 3%.

Di segmen industri kayu, DSNG masih mengalami tekanan pasar hingga kuartal 1 ini. Ketidakpastian dalam penerapan kebijakan dan administrasi tarif di Amerika Serikat, turut menekan permintaan, meningkatkan kehati-hatian pembeli, dan penundaan keputusan pembelian.

DSNG mencatatkan penjualan panel kayu sebesar 26 ribu meter kubik dan engineered flooring mencatatkan volume penjualan sebesar 56 ribu meter kubik. Baik panel maupun engineered flooring mengalami penurunan volume penjualan masing-masing 11,5% dan 63,2% YoY.

Laba Bersih TAPG Turun 8% Jadi Rp 739,76 Miliar

Berbeda dengan DSNG, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) membukukan penurunan laba bersih. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I TAPG, perseroan mencatatkan penurunan laba bersih 8,13% menjadi Rp 739,76 miliar dari Rp 805,25 miliar secara YoY. 

Turunnya laba perseroan salah satunya disebabkan turunnya pendapatan perseroan secara tahunan. TAPG membukukan pendapatan sebesar Rp 2,49 triliun dari Rp 2,62 triliun secara YoY. 

Berdasarkan jenis produk, pendapatan perseroan berasal produk kelapa sawit dan turunannya sebesar Rp 2,48 triliun dan produk karet dan turunannya sebesar Rp 5,57 miliar  

Seiring dengan turunnya pendapatan perseroan, beban pokok pendapatan perseroan juga berkurang menjadi Rp 1,63 triliun dari Rp 1,70 triliun secara YoY.

Perseroan membukukan aset sebesar Rp 15,40 triliun dan total liabilitas serta ekuitas sebesar Rp 15,40 triliun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muktamar NU Arena Pertemuan Berbagai Kepentingan
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Sembarang Orang Bisa Pakai! Ustaz Maulana Ungkap Makna Lipatan dan Warna Sorban
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
7 Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Sudah Berikan Data ke RS Polri
• 21 jam laludetik.com
thumb
Sopir Green SM yang Sebabkan Temperan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek Ditahan, Tersangka?
• 54 menit laludisway.id
thumb
Prabowo Kunjungi Banyumas usai Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Ini Agendanya
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.