BNI Cetak Laba Bersih Rp5,6 Triliun hingga Kuartal I-2026, Ditopang Fundamental Kinerja hingga Transformasi Bisnis

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatatkan kinerja solid hingga kuartal I-2026 di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik terutama perang di Timur Tengah yang mempengaruhi ekonomi global. Diketahui, konflik tersebut memengaruhi pergerakan harga minyak, meningkatkan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.

Secara domestik, BNI memandang bauran kebijakan baik moneter maupun fiskal menjadi buffer penting bagi perekonomian nasional. Dari sisi moneter, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) berada di level yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas. Selain itu, BI juga menerbitkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah tekanan global.

Baca Juga :
Pemerintah: Intervensi Restrukturisasi Utang Whoosh Demi Keberlanjutan Operasional
Groundbreaking Elektrifikasi Jalur Kereta Dimulai pada 20 Mei 2026, 3 Rute Jadi Prioritas

Sementara dari aspek kebijakan fiskal, pemerintah memberikan stimulus seperti bantuan sosial, subsidi energi serta dukungan bagi sektor usaha untuk melindungi daya beli masyarakat dan menopang konsumsi domestik sebagai motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. 

Selain dari sisi konsumtif, pemerintah juga fokus pada belanja produktif yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional. Industri perbankan tetap berada di posisi yang kuat dalam menjaga motor penggerak ekonomi nasional ke depannya.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan. Dalam menghadapi dinamika tersebut, BNI optimis mampu menunjukkan ketahanan fundamental solid yang dibangun selama bertahun-tahun. Hal ini tercermin dari kondisi permodalan dan likuiditas yang kuat, kualitas aset yang tetap resilien diiringi oleh level pencadangan yang memadai untuk menjaga profil risiko tetap terjaga.

Selain itu, BNI senantiasa tetap menerapkan langkah antisipatif dan kesigapan untuk memastikan BNI dapat melewati ketidakpastian kondisi global yang masih berlangsung ini.

“BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,” ujar Putrama, dikutip dari keterangannya, Rabu, 29 April 2026.

Dia menjabarkan, sebagai upaya untuk memperkuat pondasi permodalan, BNI mengambil langkah proaktif dengan melakukan penerbitan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar US$700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026. Penguatan permodalan ini semakin meningkatkan kapasitas BNI dalam mengantisipasi potensi risiko sekaligus membuka ruang ekspansi bisnis secara berkelanjutan dan sehat di masa yang akan datang.

Baca Juga :
Prabowo Ziarah Makam Margono Djojohadikusumo di Banyumas
Nanik Ungkap Pesan Gibran ke BGN: Libatkan BUMN untuk Bangun Dapur MBG di Wilayah 3T
Superbank Belum Tebar Dividen di RUPST Perdana Pasca IPO, Manajemen Ungkap Alasannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Nilai Kemanusiaan, JAR Lindungi 991 Pekerja Rentan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Duduk Perkara Korupsi Dana PI yang Jerat Eks Gubernur Lampung Arinal
• 4 jam laludetik.com
thumb
Foto: Tangis Pecah Saat Penyerahan Jenazah Korban Kecelakaan KRL di RS Polri
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Penampakan Terkini Stasiun Bekasi Timur, Evakuasi Bangkai Gerbong KRL Masih Berlangsung
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Sekolah Rakyat Nyalakan Asa Putri Penjual Nasi Goreng Kejar Mimpi Jadi Dokter
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.