JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari menyoroti soal perbedaan penyampaian komunikasi era 10 tahun lalu dengan sekarang.
Menurut dia, penyampaian komunikasi atau informasi zaman dahulu biasanya disampaikan lewat media massa yang resmi.
Di era sekarang, komunikasi dan informasi dapat dilakukan lewat media sosial (medsos).
"Kita ini sekarang hidup di era yang sangat berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu ya. Komunikasi di era sekarang ini bukan komunikasi seperti 10-20 tahun yang lalu di mana informasi-informasi, apalagi informasi pembangunan semuanya lewat media massa resmi. Sekarang juga ada yang namanya medsos. Yang namanya berita dan informasi itu hanya sejarak jempol saja," kata Qodari, dalam acara serah terima jabat di Kantor Bakom RI, Jakarta, Selasa (27/4/2026).
Baca juga: Profil M Qodari: Dari Lembaga Survei, Kini Dilantik Prabowo Jadi Kepala Bakom RI
Menurut Qodari, cara menghadapi informasi yang beredar juga sudah tidak lagi sama dengan zaman dahulu.
Di tengah masifnya informasi saat ini, menurut dia, Bakom RI perlu aktif melakukan komunikasi.
"Memang ya kita harus aktif berkomunikasi karena informasi itu kalau kita diam, dia akan terus datang kepada kita. Jadi kita harus melakukan perimbangan, memberikan perspektif dan pandangan-pandangan," ucap dia.
"Sampai titik tertentu saya sering bilang di podcast, ya sekarang ini mungkin era di mana your words against my words, gitu loh," sambung Qodari
Oleh karenanya, Qodari ingin Bakom bisa lebih proaktif dan agresif dalam melakukan komunikasi terkait program dan kebijakan pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto.
"Ke depan saya berharap Bakom dapat lebih proaktif. Kalau bahasa aslinya, agresif dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah," ucap dia.
Baca juga: Menunggu Hasil Reformasi Polri Setelah 5 Bulan Dilantik Prabowo
Menurut dia, program Presiden Prabowo banyak yang baru sehingga harus masif disosialisasikan.
"Kenapa harus agresif? Karena memang program Bapak ini banyak banget ya dan baru-baru, dan seperti saya bilang paradigmanya ini paradigma baru juga, jadi harus dijelaskan secara sangat-sangat intensif," ujar dia.
Dalam acara serah terima jabatan ini, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Angga Raka Prabowo yang sebelumnya menjabat Kepala Bakom RI.
Baca juga: Prabowo Ingin Gunakan Genteng dari Sampah untuk Gentengisasi, Harganya Murah
Dia mengapresiasi dedikasi serta kontribusi strategis Angga dalam penguatan arsitektur komunikasi pemerintah, khususnya dalam meningkatkan koherensi narasi kebijakan, konsolidasi kanal komunikasi, serta pengelolaan isu publik berbasis evidence dan data-driven approach.
"Bahasa operasionalnya, makasih Pak Angga ya sudah melakukan transisi dari PCO (Presidential Communication Office) ke Bakom, sudah membangun organisasi, sudah merekrut personalia, dan yang terpenting telah menyiapkan anggaran yang memadai. Terima kasih buat Pak Angga," tutur dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




