Nekat Melintas Saat Sirene Berbunyi hingga Mogok, Truk Ringsek Ditabrak Kereta di Blitar

rctiplus.com
9 jam lalu
Cover Berita
Nekat Melintas Saat Sirene Berbunyi hingga Mogok, Truk Ringsek Ditabrak Kereta di BlitarNasional | inews | Rabu, 29 April 2026 - 09:37

BLITAR, iNews.id - Kereta Api 408 (CL Dhoho) relasi Kertosono–Malang tertabrak truk di pelintasan sebidang resmi JPL 190 Km 120+448, jalur antara Stasiun Blitar–Garum, Selasa (28/4/2026) pukul 21.35 WIB. Insiden terjadi saat truk berhenti di tengah rel setelah mengalami mogok, sehingga menghalangi laju kereta.

Sebelum kejadian, sistem peringatan di pelintasan telah aktif. Sirene berbunyi sebagai tanda kedatangan kereta, dan petugas bersiap menutup palang pintu. Namun, truk tetap melintas hingga berada di tengah pelintasan.

“Pada saat sirene peringatan sudah berbunyi dan petugas bersiap menutup palang pintu, truk tersebut tetap melintas. Saat berada di tengah pelintasan, kendaraan tiba-tiba mengalami mogok dengan posisi tidak preipal dengan jalur kereta api, sehingga menghalangi ruang bebas jalur kereta api,” ujar Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari dikutip dari iNews Bojonegoro.

Petugas pelintasan sempat memberikan isyarat semboyan 3 untuk menghentikan laju KA 408. Jarak yang terlalu dekat membuat kereta tidak dapat berhenti, sehingga tabrakan tidak terhindarkan.

Baca Juga:Arus Balik H+1 hingga H+7, 101.189 Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya via Lingkar Gentong

Akibat insiden tersebut, lokomotif mengalami gangguan teknis berupa patahnya plug keran. Kereta sempat berhenti di lokasi kejadian, sementara masinis dan asisten masinis dipastikan selamat.

KAI Daop 7 Madiun segera berkoordinasi dengan PPKA, petugas pengamanan, dan tim sarana untuk penanganan di lapangan. Evakuasi truk selesai pada pukul 22.00 WIB sehingga jalur kembali dapat dilalui.

Perbaikan lokomotif selesai pada pukul 22.35 WIB. KA 408 kemudian melanjutkan perjalanan secara berjalan mundur menuju Stasiun Blitar dengan kecepatan terbatas 5 km/jam, didahului petugas bersemboyan 3 sebagai pengamanan.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pengguna jalan yang tetap melintas saat sirene sudah berbunyi. Perlintasan sebidang bukan tempat untuk mengambil risiko. Pelanggaran seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” ucapnya.

Selain itu, dia menekankan bahwa palang pintu bukan alat pengaman utama melainkan alat bantu untuk mengamankan perjalanan kereta api. 

Baca Juga:Puncak Arus Balik Mulai Terasa di Jalur Pantura Cirebon, Pemudik Motor Meningkat Pagi Ini

"Oleh karena itu, rambu-rambu lalu lintas yang terpasang sebelum memasuki perlintasan sebidang merupakan aturan mutlak yang harus dipatuhi oleh seluruh pengguna jalan,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak melintas saat sirene berbunyi, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, tidak berhenti di atas rel, dan selalu mengutamakan perjalanan kereta api.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Pelecehan Seksual di Klinik Kampus Unri, Oknum Dokter Dinonaktifkan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Penampilannya Berubah, Ria Ricis Beri Klarifikasi soal Operasi Hidung: Kecantikan Juga, Kesehatan Juga
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Pemkot Bogor percepat penataan dua perlintasan kereta rawan kecelakaan
• 28 menit laluantaranews.com
thumb
Salah Urus Keselamatan Perkeretaapian Indonesia
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Wali Kota Jaktim takziah ke rumah orang tua korban kecelakaan KRL
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.