FAJAR, MAKASSAR — Rektor Universitas Fajar (UNIFA), Dr. Muliyadi Hamid, S.E., M.Si., menerima pengukuhan sebagai warga kehormatan dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan jajaran TNI, khususnya Kodam XIV/Hasanuddin. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026.
Pengukuhan dilaksanakan melalui rangkaian tradisi militer yang sarat makna, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan peran tokoh sipil dalam mendukung pembangunan serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Dr. Muliyadi Hamid menjadi salah satu tokoh yang menerima kehormatan tersebut bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi lainnya di Makassar.
Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pangdam XIV/Hasanuddin yang memberikan penghargaan kepada para rektor, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kesadaran bahwa upaya membangun keamanan dan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kampus.
“UNIFA tentu sangat sepakat dan siap mendukung upaya Pangdam dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi terwujudnya kesejahteraan sosial. Ini sekaligus menjadi wujud tanggung jawab dan kecintaan kepada bangsa dan tanah air,” ujar Muliyadi.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin beserta jajaran atas pemberian kehormatan tersebut.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menyatakan bahwa kehadiran para pimpinan perguruan tinggi merupakan kebanggaan tersendiri. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban bangsa.
“Perguruan tinggi adalah bagian penting dari kehidupan suatu bangsa. Dari sanalah lahir sumber daya manusia unggul yang akan menjaga dan melanjutkan peradaban Indonesia ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Makassar, antara lain Rektor Universitas Hasanuddin, Rektor Universitas Islam Negeri, Rektor Universitas Muhammadiyah, Rektor Universitas Kristen Indonesia Paulus, Rektor Universitas Negeri Makassar, Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar, serta Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar.
Momentum ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama strategis antara dunia akademik dan institusi pertahanan negara, khususnya dalam bidang pendidikan, wawasan kebangsaan, serta pengembangan karakter generasi muda.
Dengan adanya pengukuhan ini, hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan institusi pertahanan diharapkan semakin kokoh dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. (wis)





