Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global

matamata.com
3 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa peringatan 400 tahun pahlawan nasional Syekh Yusuf Al-Makassari telah resmi diterima dan masuk dalam agenda organisasi internasional UNESCO. Pengakuan ini mempertegas signifikansi sejarah sang ulama pejuang di kancah peradaban dunia.

"Usulan tersebut telah diajukan sejak tahun lalu dan kini resmi menjadi bagian dari agenda global," ujar Fadli Zon saat menghadiri Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari di Kawasan Banten Lama, Kota Serang, Selasa (28/4) malam.

Menurut Fadli, Syekh Yusuf merupakan sosok luar biasa dengan rekam jejak perjuangan lintas geografis, mulai dari Banten, Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town di ujung selatan Benua Afrika. Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh agama, melainkan simbol perlawanan terhadap politik Apartheid.

Perjuangan beliau bahkan menjadi inspirasi bagi tokoh besar dunia seperti Nelson Mandela dalam melawan penindasan rasial yang berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut.

Diplomasi Budaya di Afrika Selatan Menindaklanjuti pengakuan internasional ini, Kementerian Kebudayaan tengah merintis pembangunan Museum Syekh Yusuf di Cape Town yang akan berfungsi sebagai Rumah Budaya Indonesia. Rencana strategis ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

"Selain pembangunan fisik, penting juga menghidupkan kembali literasi pemikiran Syekh Yusuf. Kami mendorong penerbitan karya-karya beliau hingga gagasan pembuatan film layar lebar agar nilai keteladanannya bisa diakses generasi muda," tutur Fadli.

Terkait sebaran keturunan Indonesia di Afrika Selatan, Fadli menyebut terdapat potensi hingga 2,7 juta orang yang dikenal sebagai masyarakat "Cape Malay". Angka ini jauh melampaui data administratif sebelumnya, menunjukkan luasnya dampak kehadiran para pejuang Nusantara yang diasingkan pada masa kolonial.

Revitalisasi Banten Lama Di dalam negeri, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mempercepat penetapan status sejumlah situs di Banten Lama menjadi Cagar Budaya Nasional. Situs ikonik seperti Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan Benteng Speelwijk akan dikaji untuk dipugar sesuai pola sejarah aslinya.

Fadli menegaskan bahwa langkah pelestarian ini merupakan amanah Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus melindungi dan mengembangkan nilai budaya yang menjadi jati diri bangsa. (Antara)

Baca Juga
  • Mendes PDT: Kebijakan Presiden Tak Naikkan Harga BBM Jaga Daya Beli Warga Desa

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Ketemu Purbaya 1,5 Jam, Kepala Bakamla Ajak Kerja Sama Bea Cukai
• 58 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Pilu di RS Polri, Tangis Keluarga Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Pecah Menunggu Kabar
• 22 jam laluokezone.com
thumb
Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Terbaru Korban Tabrakan Kereta di RSUD Kota Bekasi: Mudah-mudahan Bisa Sembuh
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Kepala Bakom RI: Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.