Bisnis.com, JAKARTA — PT Reasuransi Syariah Indonesia atau Reindo Syariah membukukan laba sebesar Rp22,09 miliar pada 2025. Realisasi itu tumbuh 7,6% (year on year/YoY) dari tahun sebelumnya Rp20,52 miliar.
Berdasarkan Laporan Keuangan yang terbit di Harian Bisnis Indonesia pada hari ini, Rabu (29/4/2026), jumlah pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp73,66 miliar, naik 5,8% YoY.
Pendapatan usaha terbesar berasal dari pendapatan ujrah pengelolaan dana tabarru’ senilai Rp38,85 miliar. Kemudian diikuti pendapatan investasi sebesar Rp29,98 miliar dan pendapatan pengelolaan investasi dana peserta sebesar Rp4,82 miliar.
Menilik beban usahanya, perusahaan yang dimiliki PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) ini memiliki jumlah beban usaha mencapai Rp49,99 miliar. Nilai ini naik 4,6% YoY dari Rp47,79 miliar. Sementara itu, jumlah laba komprehensif mencapai Rp30,73 miliar, naik 73,7% YoY.
Lebih jauh, jumlah aset yang dimiliki perusahaan sepanjang 2025 naik 6,7% YoY menjadi Rp1,10 triliun. Aset terbesar berasal dari investasi pada surat berharga yang mencapai Rp740,95 miliar.
Sementara itu, jumlah liabilitasnya sebesar Rp899,57 miliar, jumlah dana peserta sebesar Rp250,05 miliar, dan jumlah ekuitasnya Rp453,70 miliar. Alhasil, jumlah liabilitas, dana peserta dan ekuitas totalnya sebesar Rp1,10 triliun.
Dirincikan pula bahwa saldo akhir dana tabarru’ Reindo Syariah mencapai Rp250,05 miliar. Adapun, rasio tingkat solvabilitas dana tabarru’ dan dana tanahud, dan dana perusahaan masing-masing 125,00% dan 622,26%.





