Permintaan Melejit, Brodo Genjot Penjualan Sepatu Tenis dan Padel

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen sepatu lokal Brodo mencatat lonjakan permintaan yang signifikan pada kategori sepatu olahraga, meskipun saat ini ketidakpastian geopolitik global tengah membayangi sektor industri. 

Owner Brodo Yukka Harlanda mengungkapkan, segmen sepatu olahraga, khususnya tenis dan padel, menjadi pendorong utama pertumbuhan penjualan perseroan sepanjang awal tahun ini.

“Kategori sports, sepatu tenis dan padel, spesifik itu tumbuhnya luar biasa,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh basis penjualan yang masih relatif kecil pada tahun sebelumnya, seiring Brodo baru mulai masuk ke kategori tersebut pada paruh kedua 2025. Namun demikian, akselerasi permintaan dinilai melampaui ekspektasi awal perusahaan.

Tak ayal, sudah hampir 1,5 bulan, stok untuk segmen sepatu ini belum kembali tersedia. Seiring tren positif tersebut, Brodo berencana memperluas penetrasi di segmen sepatu olahraga sebagai bagian dari strategi menjaga kinerja di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Di sisi lain, perusahaan memilih lebih selektif dalam mengelola portofolio produk. Sejumlah kategori yang dinilai kurang prospektif akan dikurangi, sementara fokus dialihkan ke segmen dengan pertumbuhan tinggi.

Baca Juga

  • Ekspansi Bisnis, Produsen Sepatu Brodo Siap Buka 3 Toko Baru
  • Kiprah Yukka Harlanda, Bos Brand Sepatu Lokal 'Brodo' yang Tembus Mancanegara
  • Inspirasi Shoes of The Day Ala Brand Lokal Brodo

“Untuk yang tadi tenis, padel itu akan kita push, kita ekspansi,” jelas Yukka.

Adapun untuk kategori utama seperti sneakers dan sepatu kasual, Brodo tetap menjaga pertumbuhan secara konservatif guna mempertahankan stabilitas bisnis. Langkah tersebut diambil seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap dampak konflik geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan menekan biaya produksi.

Yukka menuturkan, hingga saat ini dampak konflik geopolitik terhadap operasional masih terbatas karena perusahaan telah mengamankan pasokan bahan baku hingga Juli 2026. Meski demikian, keterlambatan pengiriman dari luar negeri mulai terasa, meskipun belum signifikan.

“Disrupsi sudah ada, tapi belum sampai berpengaruh signifikan. Kita ngerinya di bulan Juli, Agustus, kalau keadaannya mungkin tidak berubah atau makin parah, itu baru terasa dampaknya,” tutur Yukka. 

Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan baku, Brodo menyiapkan langkah negosiasi dengan pemasok serta penyesuaian strategi harga secara selektif, terutama pada produk dengan sensitivitas pasar yang berbeda.

Selain itu, perusahaan juga mencermati potensi pelemahan daya beli masyarakat pasca-Lebaran. Menurut Yukka, periode perlambatan konsumsi saat ini masih sesuai pola musiman, namun perlu diwaspadai jika pemulihan tidak terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Bila pada Mei–Juni tidak ada rebound, hal tersebut menjadi sinyal pelemahan daya beli yang perlu diantisipasi. “Jadi, kita semua masih was-was dan mengamati dan harus siap-siap nanti strategi mesti ngapain saja,” jelas Yukka. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamen Christina: Indonesia Berpeluang Jadi Pemasok Welder Dunia
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Liverpool Tampaknya belum Butuh Dia, Xabi Alonso Kini Coba Digoda Chelsea
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Kekerasan pada Perempuan dan Anak Meningkat, Benarkah Ini Pertanda Kegagalan?
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ade Armando Bantah Sebut JK Nistakan Agama
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Presiden Prabowo Targetkan Masalah Sampah Nasional Teratasi dalam Tiga Tahun
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.