Kombes Eko Ubah Pola Pikir Warga untuk Jaga Hutan, Kembangkan Green Policing

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Berbagai upaya dilakukan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Riau Kombes Pol Eko Budhi Purwono untuk mengubah pola pikir masyarakat agar menjaga dan melestarikan hutan. Kombes Eko memberikan edukasi hingga memberikan pelatihan kepada pemuda supaya tidak bergantung dengan hutan.

Atas kepeduliannya terhadap lingkungan itu, Kombes Eko diusulkan oleh masyarakat Riau untuk Hoegeng Awards 2026. Salah satu pengusul adalah penggerak lingkungan Dody Rasyid Amin yang juga Founder Subayang Festival Riau.

Dody mengatakan salah satu upaya yang dilakukan Kombes Eko untuk menjaga hutan adalah mengubah pola pikir masyarakat setempat. Para pemuda diberikan pelatihan agar tidak lagi menjadikan hutan sebagai mata pencarian utama.

"Tempat saya ini suaka margasatwa, jadi ada 10 desa dalam kawasan hutan, nggak punya listrik, nggak punya jalan, nggak punya internet, jadi memang anak-anak di sini kesempatan untuk sekolah itu terbatas. Mendapat peluang kerja layak itu terbatas, itu banyak yang ilegal logging, mengambil hutanlah kan," kata Dody kepada detikcom, Senin (30/3/2026).

Dody merupakan warga Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Dia kenal dengan Kombes Eko saat mengikuti Jambore Karhutla tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Polda Riau.

"Waktu itu acara itu dihadiri Rocky Gerung, Abdul Somad, waktu itu saya penata acara. Pak Dir hadir di situ dia melihat ada kebudayaan yang ditampilkan terus dia bertanya dengan saya 'Apa penghasilan orang sini, Bang?', saya sampaikan keadaan yang miris di situ, tentang peluang kerja," kata Dody.

Baca juga: Kejujuran Ipda Adi Balikin Tas Pemudik di Lampung Isi Rp 23 Juta-Perhiasan

Kepada Kombes Eko, Dody mengatakan ada beberapa desa di Kampar Kiri Hulu yang berada di tengah hutan. Dia menyampaikan bahwa masyarakat melakukan pembalakan hutan karena tidak ada pekerjaan lain.

"Saya mengusulkan "bantulah, Pak, gimana mereka dikasih pelatihan apa, agar mereka bekerja ke luar, jadi pekerjaannya nggak melanggar hukum lagi'. Waktu itu ditanggapi," kata dia.

Dody juga merupakan The World Wide Fund for Nature (WWF) Riau. Dia khawatir ketergantungan masyarakat di pedalaman Kampar dengan hutan itu akan merusak lingkungan. Dia mengungkap tradisi setiap pasangan baru menikah yang biasanya membuka lahan hutan seluas 2 hektare.

"Jadi kalau 1 desa menikah 4 pasang saja, kali 10 desa berarti ada 40, kali 2 hektare. Berarti kemungkinan 80 hektare dalam 1 tahun pasti dibuka untuk pekerjaan baru. Jadi kalau nggak dialihkan mereka punya penghasilan lain, ya suaka margasatwa yang 140 ribu hektare saya rasa menunggu waktu saja," ucap dia.

Kombes Eko Budhi ajak masyarakat jaga hutan dan peduli lingkungan di Riau Foto: dok. Istimewa

Dody menyadari bahwa mengubah pola pikir masyarakat bukanlah hal yang mudah. Dia menyebut Kombes Eko memberikan pendekatan yang baik kepada masyarakat.

"Mengubah orang sini, mengubah gaya hidup itu nggak mudah. Jadi waktu itu (Kombes Eko) berkunjung ke sana, ada bawa sembako sambil menyampaikan ide itu. Ternyata ada respons dan sebagian dari anak-anak itu memahami bahwa ini ada kesempatan," ucap dia.

Dody menyebut sebanyak 60 pemuda setempat mengikuti pelatihan satpam. Di antara pemuda yang ikut pelatihan ada yang sudah bekerja.

"Sekarang sudah ada adik-adik itu yang udah bekerja. Ada juga sebagian yang belum, karena memang mengubah pola pikir mereka itu kan nggak bisa instan. Kalau ikut sendiri kan sekitar 3 jutaan biaya pendidikan, jadi sangat terbantu. Banyak juga anak-anak di sini yang kerja security sebelumnya, kalau daftar sendiri habis 5 juta, pendidikan, beli baju, ini gratis, dibantu, disalurkan lagi," jelasnya.

Para pemuda yang telah mengikuti program pelatihan itu akan dijadikan sebagai Duta Green Policing. Diharapkan, para pemuda itu bisa mengajak masyarakat lainnya untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga hutan.

"Jadi adik-adik yang dididik itu dijadikan Duta Green Policing, jadi diharap mereka setelah dididik itu bukan hanya soal mendapat kerja, tapi juga membantu, menjadi duta di masyarakat menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan," jelasnya.

Baca juga: Bripka Anugrah Bikin Aplikasi Data Senjata Polda Sultra hingga Diadopsi Satker Lain

Libatkan Siswa untuk Peduli Lingkungan

Kombes Eko juga diusulkan untuk Hoegeng Awards 2026 oleh Ketua Persatuan Hijau Riau, Hengky Primana. Dia mengatakan Kombes Eko bergerak di bidang lingkungan sesuai dangan program Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.

"Kita lihatlah dedikasi dari Pak Eko ini. Beliau juga bisa punya pendekatan kepada siswa-siswa, dengan membentuk yang namanya Duta Green Policing, program Pak Kapolda Riau. Juga kita menilai program kreatif dan kegiatan positif yang dibuat beliau," kata Hengky dihubungi terpisah.

Dalam program peduli lingkungan ini, Kombes Eko juga melibatkan peran aktif masyarakat. Dia menghidupkan program siskamling dan melakukan penegakan hukum dengan pendekatan kearifan lokal, salah satunya program Dubalang Batang Kuantan.

"Beliau bergerak di bidang lingkungan, pendidikan, beliau menjalankan tugas-tugas Binmas yang betul-betul dibutuhkan masyarakat, seperti dilakukan pembentukan Siskamling, Dubalang Batang Kuantan yang dibina oleh beliau, yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kamtibmas," jelasnya.

Hengky menyebut pendekatan Dubalang Batang Kuantan itu bisa membantu polisi dalam penindakan pelanggaran. Salah satunya tambang emas ilegal di Kuntan Singingi (Kuansing).

"Di Kuantan Singigi itu yang dibentuk... kan terjadi penambangan emas ilegal di Kuansing oleh masyarakat, ketika aparat yang melakukan penindakan, masyarakat terkadang melakukan perlawanan seperti membajak mobil Kapolres waktu itu," ucap dia.

"Nah inisiasi Dubalang Batang Kuantan itu yang dibentuk bagaimana masyarakat jaga masyarakat, jadi masyarakat dibentuk untuk saling menjaga masyarakat. Menterjemahkan program yang diarahkan oleh Bapak Kapolda dalam Green Policing tadi," jelas dia.

Hengky menyebut program Green Policing Polda Riau ini juga menggandeng siswa-siswa. Para siswa kan dijadikan duta untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan.

"Beliau itu pernah mengatakan Green School Academy, itu mendatangkan seluruh anak-anak SMA, anak-anak OSIS. Jadi sekarang anak-anak OSIS itu pada bicara Green Policing semua. Jadi Ketua OSIS yang ada di Riau itu yang menjadikan Kamtibmas, menyuarakan lingkungan dan pendidikan lainnya," ucap dia.

Pendekatan Kombes Eko Ubah Pola Pikir Warga

Kombes Eko menjadi Dirbinmas Polda Riau sejak April 2025. Usai dilantik, dia berupaya untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat.

"Selama ini saya belum pernah langsung tugas di bidang Binmas. Ganti-ganti, saya megang internal, lalu lintas, Kapolres. Saya belajar zaman waktu di Kapolres, ternyata banyak sekali yang dikeluhkan masyarakat, kami belajar intinya dari masyarakat," kata Kombes Eko kepada detikcom.

Kombes Eko mengatakan sebagai Direktur Binmas, dia menggunakan jaringan di Polres untuk penggerak lapangan. Dia juga langsung menterjemahkan program-program Kapolda Riau, salah satunya mengenai peduli lingkungan.

"Pak Kapolda justru yang memiliki inovasi untuk menyentuh masyarakat sesuai problem yang terjadi di masyarakat. Tipikal Riau ini daratan yang memiliki kekayaan luar biasa, baik minyak maupun yang ada di atasnya," ucap Eko.

"Beliau melihat ini sayang banget kalau Riau dibiarkan begitu saja. Maka berbagai macam analisis dan kajian beliau keluarkan menjadi sebuah konsep yaitu Green Policing, menyentuh lingkungannya. Permasalahannya alam yang sudah mulai bergeser keseimbangannya," imbuh dia.

Eko mengatakan Riau sangat erat dengan sejarah kerajaannya. Alam dan Kerajaan Siak yang pernah berjaya memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia.

"Bahkan Riau sendiri, kalau kita lihat sejarahnya, sampai kerajaan Siak membantu pemerintah RI, Raja Siaknya dengan 13 juta Gulden untuk membantu pemerintahan dan memerdekakan itu," ujar dia.

Namun seiring perkembangan zaman, kata Eko, keseimbangan alam Riau mulai bergeser. Dia menyoroti terjadinya perusakan alam.

"Melihat dari potensi lain, minyak, sawit, tetapi ada pergeseran nilai yang menggeser fungsi lahan. Ya kalau kita sebut alam Riau sudah mulai tidak seimbang, rusaklah bahasanya. Dari 5 juta hektare, tinggal 1,5 juta lagi," ucap dia.

Kondisi alam Riau yang mulai rusak itu, kata Kombes Eko, menjadi perhatian bagi Kapolda Riau. Salah satu upaya yang dilakukan Polda Riau adalah mengubah pola pikir masyarakat agar peduli dengan lingkungan.

"Spirit itu beliau kemukakan, kita jangan lagi merusak hutan, kalau kita memperbaiki hutan juga setengah mati, maka kita buka mindset masyarakat dari semua kalangan. Terutama pola pikir anak-anak yang masih memiliki masa depan, yang memiliki Riau ini," ujar dia.

Kombes Eko Budhi ajak masyarakat jaga hutan dan peduli lingkungan di Riau Foto: dok. Istimewa

Atas arahan Kapolda Riau itu, Kombes Eko menggandeng pihak pemerintah daerah, swasta hingga generasi muda.

Dia juga menggandeng tokoh agama Ustad Abdul Somad dalam upaya pelestarian lingkungan. Dengan kolaborasi bersama, kemudian digelar Jambore Karhutla 2025 di Desa Gema, Kampar Kiri Hulu.

"Akhirnya semenjak setelah Jambore Karhutla, itu adalah milestone menggebrak pemikiran. Permasalahan yang paling menjejak di Riau adalah janganlah kita memberikan udara kotor bagi kita sendiri termasuk negara yang ada di sebelahnya," jelasnya.

Usai acara Jambore Karhutla itu, Kombes Eko tidak langsung meninggalkan lokasi. Dia berdialog dengan warga setempat, salah satunya adalah Dody Rasyid Amin yang merupakan aktivis lingkungan setempat.

"Keberadaan kemah di sana secara strategis mengingatkan masyarakat sana jangan main kayu lagi. Bang Dody sudah memikirkan ini. Dia memberikan sebuah kanal kegiatan sehingga pemuda tidak bergantung lagi aktivitas yang berhubungan dengan hutan," kata Eko.

Eko mendengar kondisi masyarakat sempat yang masih menebang hutan untuk mata pencarian. Menurut Eko, kebiasaan ini harus diubah.

"Kajiannya adalah hutan ini mulai tergerus sedikit-sedikit. Kenapa masyarakat tinggal di situ? Karena memang dari tahun 1.700 sudah ada masyarakat di sana sejak zaman kerajaan. Mereka masyarakat tua yang bergantung pada wilayah hutan," kata Eko.

Berikan Pelatihan Satpam ke Pemuda

Usai mendengar keluhan tersebut, Kombes Eko berbicara dengan internal Polda Riau hingga Badan Zakat Nasional (Baznas) Riau. Diputuskan bahwa para pemuda akan diberikan pelatihan satpam.

"Kami melakukan pendekatan dengan Baznas untuk pendanaan, saya bicara dengan kawan-kawan di internal, kita minta satu pusdik untuk menyiapkan diri untuk mencoba satu model memperkenalkan sebuah profesi yang tidak harus mereka menjadi itu, setidaknya mereka mengenal pemerintahan bahwa negara sedang turun, negara menyentuh," ucap dia.

Pelatihan satpam ini kemudian dibungkus dalam program Jelajah Rakyat untuk Riau (Jalur) Polda Riau. Sebanyak 50 orang pemuda ikut pelatihan ini tahap pertama pada Agustus 2025.

"Pak Kapolda memiliki program Jalur, menyentuh, menyapa, memberikan imbauan, mengajak dan mengingatkan. Kedatangan kami ke sana untuk memberikan bantuan untuk desa di ujung sana, nggak banyak, paket kami siapkan, beras, gula, minyak dan seterusnya," ujar dia.

Saat Kombes Eko dan tim datang ke sana, masyarakat sempat melakukan penolakan karena mereka mengira akan akan penegakan hukum terhadap pelaku pembalakan hutan. Komunikasi dilakukan Kombes Eko hingga akhirnya warga terbuka.

"Di dalam program pendidikan satpam, yang kita didik sikap mental, berpikir, kemudian menjadi pribadi yang lain, sedikitnya mereka bergeser. Kami didik persis di tepi Sungai Subayang," ucap dia.

"Ada yang sudah bisa keluar dari desa itu sendiri, namun tidak harus keluar, tapi nanti suatu saat anak yang keluar ini menjadi motivator buat desanya, 'eh dulu saya udah dididik di sini, sama pemerintah, tidak berbiaya' nanti dia secara snow ball, nanti bisa mengajak adiknya, kawan-kawannya, yuk joint di sana," jelasnya.

Baca juga: Kompol Jarot Permudah Layanan Konseling di Polda Kalteng Lewat E-Kopi Papi

Sekilas Tentang Green Policing

Green Policing adalah program Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan yang mengintegrasikan penegakan hukum dengan perlindungan lingkungan hidup dan keadilan ekologis. Kombes Eko berupaya mengeksekusi program tersebut agar diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

"Niat Green Policing adalah kembali menghijaukan, tetapi kebesertaan kebersamaan masyarakat untuk menjaga itu, tidak paham kalau kita bicara saja, tapi mereka harus kita masuk melalui memperkenalkan dan kebersamaan bersama pemerintah, sehingga mereka menjadi agent betul, untuk dirinya dan masyarakat sekitarnya, 'nggak usah lagi, Bang, udah menjadi paru-paru dunia yang Indonesia punya'," ujar dia.

Pada penerapannya di lapangan, Eko menyadari pekerjaan ini tidak serta-merta langsung diterima oleh masyarakat. Namun dia terus berupaya menggandeng berbagai pihak untuk bekerja sama.

"Kita menggerakkan wilayah termasuk anggota kami, termasuk pejabat yang ada di Polda, Direktorat Intel, Direktorat Kriminal Khusus. Berbicara Green Policing tidak hanya menanam dan meningkatkan kesadaran ekologis, tapi ada permasalahan tindak pidana yang sudah dilakukan oleh masyarakat, mereka atas dasar kebutuhan perut membabat hutan, atau membersihkan lahannya membakar, itu yang tidak kita berikan untuk ada terus. Kita menggunakan tangan-tangan krimsus, tangan-tangan Polres, penyidik, Polres, semua digerakkan," ucap dia.

Sebagai Dirbinmas, Eko mengaku terus berupaya menerapkan program Jalur dan Green Policing Polda Riau. Eko terus melakukan sosialisasi ke sekolah hingga mengajak warga untuk melakukan penghijauan.

"Saya masuk di program Jalur, Green Policing, untuk memperkuat dan mengingatkan terus, dan kami mendata itu berapa banyak pohon yang sudah ditanam setiap harinya, berapa sekolah yang sudah disentuh," ujar dia.

Kombes Eko mengungkap dampak setelah adanya program kepedulian terhadap lingkungan ini. Menurutnya, cemaran udara akibat kebakaran hutan tahun 2025 sudah berkurang.

"Tahun 2016 saya masih di Sumatera Barat, asap yang dari Riau itu nyampai di Padang, bahkan nyampai di Agam waktu saya jadi Kapolres, udara kotor. Tahun 2025 saya tidak menemukan Pekanbaru tercemar, itu aja dulu, udah cakep itu," pungkasnya.




(lir/knv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamen Christina Dorong Penguatan Jaminan Sosial untuk PMI
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Hasil Piala Uber 2026: Dramatis! Indonesia Kalahkan Taiwan 3-2 dan Lolos ke Perempat Final sebagai Juara Grup
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Resmi Tunjuk Pengurus Baru, RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp900 miliar
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Cara Simpel Bonding Anti-Gagal ala Afifah & Bunda Hetty yang Relevan untuk Ibu Masa Kini
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
Karakter Orang yang Selalu Meninggalkan Tempat dalam Keadaan Rapi
• 1 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.