Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memuji tentara-tentara yang melakukan bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk, Rusia.
Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Menurut pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan Barat, Korea Utara mereka menderita banyak korban jiwa dengan lebih dari 6.000 tentaranya tewas dalam pertempuran tersebut.
Bukti yang semakin banyak, termasuk dari laporan intelijen dan kesaksian para pembelot, menunjukkan bahwa tentara-tentara Korea Utara juga melakukan peledakan diri sendiri atau bentuk bunuh diri lainnya, daripada ditangkap pasukan Ukraina.
Dalam pidato yang ditujukan kepada para pejabat Rusia dan keluarga yang berduka pada upacara penyelesaian monumen untuk menghormati tentara Korea Utara, Kim menyebutkan untuk pertama kalinya sejauh mana mereka telah berjuang. Kim memuji mereka sebagai "pahlawan," menurut transkrip yang diterbitkan oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA.
"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim, dilansir Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026).
Kim mengatakan mereka yang selamat juga adalah para patriot.
(ita/ita)





