Korea Utara kembali buka suara terkait dengan keterlibatan pasukannya dalam perang dari Rusia-Ukraina. Kali ini pihaknya memuji perjuangan tentaranya yang rela mati dibandingkan menjadi tawanan perang dari Kiev.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memuji tentara yang melakukan bunuh diri saat bertempur melawan pasukan Ukraina di Kursk, Rusia. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengorbanan tertinggi.
Baca Juga: Jerman: Ukraina Mungkin Harus Memberikan Wilayah ke Rusia Demi Perdamaian dan Akses ke Uni Eropa
"Bukan hanya mereka yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri demi mempertahankan kehormatan, tetapi juga mereka yang gugur di garis depan," ujarnya.
"Mereka yang menderita karena gagal menjalankan tugas sebagai tentara juga dapat disebut pejuang setia dan patriot," tambahnya.
Pernyataan ini menjadi pengakuan pertama dari mereka terkait praktik ekstrem di medan perang. Laporan intelijen dan kesaksian pembelot sebelumnya menyebut sebagian tentara negara itu memilih meledakkan diri daripada ditangkap.
14.000 Tentara Korea Utara diperkirakan telah dikirim untuk membantu pasukan Rusia di Kursk. Pejabat dari Korea Selatan, Ukraina, dan Barat menyebut lebih dari setengah dari jumlah tentara negara itu, yang dikirim ke medan perang terkait, tewas dalam pertempuran.
Sebelumnya, Kim menegaskan bahwa negaranya akan terus mendukung kebijakan dan memperkuat kerja sama militer dengan Moskow. Pernyataan ini mempertegas kedekatan kedua negara yang dinilai akan berlanjut bahkan setelah perang di Ukraina.
Kim memuji pasukan negaranya yang bertempur bersama dan menegaskan dukungan penuh terhadap Moskow di Ukraina.
"Pemerintah Korea Utara akan terus sepenuhnya mendukung kebijakan mereka dalam mempertahankan kedaulatan dan keamanan," kata Kim.
Ia menyatakan operasi militer bersama negara tersebut berhasil menggagalkan apa yang disebutnya sebagai petualangan militer dan upaya hegemonik dari Amerika Serikat.
Kim juga mengangkat pasukannya yang gugur sebagai simbol pengorbanan nasional, melalui pembangunan monumen dan acara kenegaraan.
Baca Juga: Iran Kecam Penyitaan Kapal oleh Amerika Serikat: Pembajakan, Langgar Hukum Internasional
"Arwah para pahlawan akan hidup selamanya dengan kehormatan besar yang mereka pertahankan," ujarnya





