Jakarta, VIVA – Polisi terus mengusut penyebab pasti kecelakaan maut Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA)Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
Di balik tragedi maut yang menewaskan puluhan korban, aparat kini mendalami kemungkinan adanya kelalaian hingga gangguan sistem dalam operasional. Polda Metro Jaya memastikan proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Dalam proses pengusutan, polisi kini menyoroti dua kemungkinan utama, yakni faktor kelalaian manusia atau gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.
“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, Rabu, 29 April 2026.
Dirinya menegaskan pihaknya tengah mengumpulkan berbagai fakta di lapangan. Adapun kecelakaan bermula saat sebuah taksi online listrik Green SM mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Kondisi itu menghambat laju KRL yang melintas dan memicu rangkaian kejadian berikutnya. Tak lama berselang, KRL yang sempat tertahan justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi. Benturan keras pun tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan banyak korban.
Data terbaru hingga Rabu, 29 April 2026 pukul 11.00 WIB mencatat total korban mencapai 106 orang. Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang sudah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia kembali bertambah menjadi 16 orang.
“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” kata dia.
"Korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total menjadi 16 orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ucapnya.
Untuk memperjelas kronologi dan menentukan pihak yang bertanggung jawab, penyidik juga akan memeriksa sopir taksi online serta masinis kereta api yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Selain fokus pada investigasi, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintas di perlintasan kereta.





