JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Partai Buruh Said Iqbal meminta para buruh yang akan mengikuti perayaan May Day atau hari buruh internasional pada Jumat (1/5/2026) di Monas, Jakarta, untuk tertib dan tidak boleh anarkis.
Ia juga mengimbau seluruh buruh menghormati kepentingan masyarakat luas.
"Saya ulangi sekali lagi aksi May Day atau perayaan May Day di seluruh Indonesia harus damai, tertib, anti kekerasan dan tidak boleh anarkis, hormati kepentingan rakyat yang lain," kata Said, dalam konferensi pers daring, Rabu (29/4/2026).
Said menyebutkan, selain di Monas, perayaan May Day tahun ini akan digelar secara serentak di 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota.
Baca juga: Said Iqbal: 50.000 Buruh dari KSPI Akan Rayakan May Day 1 Mei 2026 di Monas
Sejumlah kota besar yang menjadi lokasi aksi antara lain Bandung, Serang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, hingga Makassar.
Selain itu, aksi juga akan digelar di wilayah timur Indonesia, seperti Manado, Kendari, Ambon, Ternate, Kupang, hingga sejumlah kota di Papua.
Menurut Said, peringatan May Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah secara tertib dan konstruktif.
Khusus di Jakarta, perayaan akan dipusatkan di kawasan Monas dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Banting Setir dari Buruh Pabrik, Anto Raup Omzet Rp 51 Juta dari Usaha Tempe Rumahan
Keputusan menggelar acara di Monas diambil setelah KSPI dan Partai Buruh bertemu dengan Presiden, pada Selasa (28/4/2026).
"Akhirnya kami bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan 11 isu atau 11 harapan buruh Indonesia," ungkap Said.
KSPI juga memastikan sekitar 50.000 buruh anggotanya akan hadir langsung di Monas, sementara total peserta diperkirakan mencapai ratusan ribu orang karena melibatkan berbagai serikat pekerja lainnya.
Baca juga: Pesan Megawati Jelang May Day: Kesejahteraan Buruh Syarat Mutlak Tercapainya Keadilan Sosial
Said kembali menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif selama perayaan berlangsung.
Ia meminta seluruh peserta aksi tidak melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, seperti mengganggu ketertiban umum.
"Perlu ditegaskan sekaligus diimbau dan diperintahkan diinstruksikan kepada para buruh anggota KSPI dan simpatisan partai dan juga buruh-buruh lainnya di seluruh Indonesia untuk mengikuti perayaan May Day dengan penuh sukacita dan semangat perjuangan dengan damai, wajib tertib, tidak boleh anarkis, anti kekerasan," pungkas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




