Lembaga Manajemen Infaq (LMI) kembali menghadirkan program Smart UMKM Academy (SUA) sebagai upaya mengentaskan kemiskinan di Surabaya.
Program ini diwujudkan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga mereka mandiri dan berdaya.
Yanuar Dwi Prianto Direktur Program LMI menyampaikan, SUA merupakan program pelatihan dan pendampingan intensif di bidang digital marketing yang menyasar pelaku UMKM dari mustahik LMI maupun umum.
Sebelumnya, program SUA Batch 1 telah diadakan pada September hingga Desember 2025 lalu. SUA dilakukan sebagai upaya pemberantasan bagi pelaku UMKM di era digital seperti rendahnya literasi teknologi, lemahnya strategi pemasaran, hingga minimnya pendampingan intensif.
Dalam praktiknya, peserta akan dibekali dengan berbagai keterampilan, seperti legalitas usaha, pembuatan konten dan video produk, laporan keuangan yang meliputi pricing dan cash flow, hingga pemanfaatan berbagai platform mulai dari WhatsApp Business, Google Maps, GoFood, Canva, dan AI.
“Selama tiga bulan, belasan UMKM yang berasal dari Surabaya ini kami beri pelatihan dan pendampingan hingga usaha mereka berkembang. Selain itu, kami juga memberi modal usaha dan fasilitas lainnya agar para mitra UMKM ini bisa berdaya dari yang awalnya mustahik bisa menjadi munfiq atau orang yang berinfaq,” jelas Yanuar.
Bahkan, setelah empat bulan pasca pelatihan selesai, pendampingan masih terus dilakukan. Pada paruh ketiga April lalu, para mitra UMKM dari SUA Batch 1, kembali diundang ke kantor LMI untuk melakukan monitoring dan evaluasi bersama tim pendamping dan panelis.
Belasan pelaku UMKM yang berasal dari Surabaya yang diberi pelatihan dan pendampingan hingga usaha mereka berkembang oleh LMI Surabaya. Foto: Humas LMI“Komitmen pendampingan ini kami kemas dalam agenda Halal Bi Halal. Terdapat 14 pelaku UMKM yang hadir untuk mempresentasikan perkembangan usaha mereka pasca pelatihan. Selain itu, mereka juga bisa menyampaikan tantangan apa saja yang dihadapi yang nantinya akan mendapat masukan dari tim pendamping dan panelis,” paparnya.
Melalui program SUA, Yanuar berharap LMI dapat menciptakan ekosistem UMKM yang tidak hanya mandiri, tetapi memiliki daya saing tinggi di pasar digital.
“Komitmen pendampingan pasca pelatihan ini adalah wujud ikhtiar LMI untuk memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Gaguk selaku pemilik UMKM Burger Panen mennyampaikan bahwa ia telah merasakan langsung manfaat dari program SUA ini.
“Berkat materi pelatihan yang mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan, usaha saya jadi berkembang pesat. Kemarin saya juga sampai lulus sertifikasi BNSP di bidang AI setelah pelatihan selesai dan setelah ini rencananya mau bikin pelatihan juga untuk teman-teman UMKM lain,” ungkap Gaguk.(mar/ipg)




