Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah dan Digitalisasi Kelas hingga 2028

matamata.com
5 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan investasi besar-besaran di sektor pendidikan. Langkah ini mencakup revitalisasi fisik bangunan sekolah hingga pemenuhan fasilitas belajar-mengajar berbasis digital sebagai kunci kebangkitan bangsa.

"Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Saya akan menaruh perhatian dan investasi besar-besaran di bidang pendidikan untuk masa depan bangsa. Setiap anak Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang terbaik," ujar Presiden Prabowo usai meninjau fasilitas SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4).

Presiden memaparkan bahwa pemerintah tengah mengebut perbaikan sekolah di seluruh Indonesia. Berdasarkan peta jalan pemerintah, sebanyak 288 ribu sekolah ditargetkan selesai direvitalisasi pada tahun 2028 mendatang.

Secara rinci, pada tahun 2025, pemerintah fokus memperbaiki 17 ribu sekolah. Sementara itu, hingga akhir tahun berjalan, target revitalisasi menyasar 70 ribu sekolah. Angka ini akan terus ditingkatkan dengan target perbaikan masing-masing 100 ribu sekolah pada tahun 2027 dan 2028.

Transformasi Digital di Ruang Kelas Selain infrastruktur fisik, Presiden Prabowo berencana melengkapi setiap ruang kelas dengan layar digital atau smart class board. Teknologi ini bertujuan menciptakan sistem belajar-mengajar yang lebih interaktif.

"Sekarang baru satu per sekolah, ada yang dua. Target kita tiap sekolah mungkin ditambah 3-4 lagi. Tahun ini kita perjuangkan tiga tambahan ke seluruh Indonesia," ungkapnya.

Dengan adanya papan digital ini, siswa dan guru akan lebih mudah mengakses silabus secara digital serta mengulang materi pelajaran kapan pun dibutuhkan.

Presiden juga membocorkan rencana pembangunan studio pusat di Jakarta yang akan melibatkan guru-guru terbaik, termasuk penutur asli (native speaker). Melalui sistem digital, para ahli ini dapat mengajar siswa di seluruh pelosok Indonesia secara simultan.

Ke depan, pemerintah akan mewajibkan penguasaan bahasa asing bagi siswa sejak tingkat Sekolah Dasar (SD).

"Kita ambil native speaker, dia bisa mengajar ke semua yang perlu. Kita ingin anak-anak sekolah kita bisa bahasa Inggris, Mandarin, dan beberapa bahasa asing lainnya mulai dari SD," pungkas Prabowo. (Antara)

Baca Juga
  • Kemenkum Ingatkan Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gandeng ASG, Universitas Terbuka dan Salut Cipondoh Seleksi Beasiswa untuk 200 Lulusan SLTA
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kinerja Moncer 2025, Laba JAPFA Tembus Rp4 Triliun
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Viral Tahanan Berompi Oranye Berada di Bandara, Ini Respons KPK
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Bisa Minta Tolong Persib dan Persija untuk Boyong Trio Bintang Eropa Ini Agar Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
KSP Dudung Pastikan Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Ditangani dengan Cepat
• 5 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.