jpnn.com - JAKARTA - Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengeluarkan arahan untuk anggota fraksi parpolnya di DPR RI menyikapi insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat (Jabar), Senin (27/4) malam.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Megawati meminta fraksi parpolnya menyoroti pembenahan sistem keamanan kereta api di Indonesia. Semisal melakukan rapat kerja dengan PT KAI dan pihak terkait.
BACA JUGA: Megawati dan Kuasa Usaha Irak Bahas Geopolitik Timur Tengah
"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi V PDI Perjuangan DPR RI yang dipimpin Saudara Lazarus untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," kata dia dalam keterangan persnya, Rabu (29/4).
Hasto melanjutkan Megawati ingin insiden tabrakan kereta menjadi momentum membenahi dan memperkuat sistem transportasi.
BACA JUGA: Megawati Sambut Kerja Sama Riset UTAR-BRIN
"Ya, ke depan kereta api harus menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memiliki jaminan kualitas pelayanan dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Hasto mengatakan Megawati juga mengungkap kenangan bersama sang ayah yang juga Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno ketika menumpang kereta api.
BACA JUGA: Megawati di GPIB: Pancasila Jangan Cuma Dihapalkan
Dia menuturkan Megawati ingat bahwa dahulu setiap perlintasan selalu dijaga oleh karyawan yang disebut Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).
"Kereta api memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, termasuk memfasilitasi angkutan pasukan dan logistik selama masa revolusi fisik. Bung Karno pun pernah bekerja sebagai karyawan di kereta api pada masa Hindia Belanda," tutur Hasto.
Megawati pun ikut berdukacita atas tabrakan kereta di Bekasi.
"Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," kata dia.
Sebelumnya, tabrakan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line.
Tabrakan kereta mengakibatkan 15 jiwa meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka yang sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit. (ast/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Aristo Setiawan




