MDS Retailing (LPPF) Kantongi Laba Bersih Rp692 Miliar di Kuartal I-2026

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT MDS Retailing Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini dengan meraup laba bersih Rp692 miliar.

PT MDS Retailing Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini dengan meraup laba bersih Rp692 miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT MDS Retailing Tbk (LPPF) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini, mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga momentum Lebaran pada Maret 2026.

MDS Retailing mencatatkan penjualan kotor sebesar Rp4,64 triliun pada kuartal I-2026, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data Same-store Sales Growth (SSSG) tumbuh positif 2 persen di mana kenaikan SSSG pada apparel mengompensasi penurunan pada non-apparel.

Baca Juga:
Matahari (LPPF) Patok Dividen Rp250 per Saham, Yield Tembus 13 Persen

Kenaikan SSSG terutama terjadi di daerah luar Jawa sebesar 4,6 persen, diikuti oleh Jawa di luar Jabodetabek 0,5 persen. Adapun SSSG di Jabodetabek stagnan. Luar Jawa kini menyumbang 41,6 persen penjualan MDS Retailing, diikuti Jawa di luar Jabodetabek 38,4 persen, dan Jabodetabek 20 persen.

Laba kotor naik tipis 0,6 persen menjadi Rp1,65 triliun dengan margin sedikit naik ke level 35,7 persen dari sebelumnya 35,4 persen.

Baca Juga:
LPPF Tebar Dividen Jumbo, Optimistis Laba Kuartal I-2026 Tembus Rp600 Miliar

Selain itu, perseroan juga terus melakukan efisiensi dengan mengurangi belanja operasional sebesar 5,7 persen menajdi Rp739 miliar. Penurunan terjadi beban karyawan (-8,4 persen) dan beban administrasi (-5,4 persen) meski beban pemasaran meningkat 1,1 persen.

EBITDA tumbuh sekitar 6 persen menjadi Rp916 miliar dengan peningkatan margin dari 18,6 persen menjadi 19,8 persen. Dengan demikian, laba bersih mencapai Rp692 miliar, tumbuh 8 persen secara tahunan dengan margin 14,9 persen.

Posisi keuangan MDS Retailing cukup solid dengan posisi kas dan setara kas hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp2,51 triliun, naik tajam dibandingkan akhir 2025 sebesar Rp448 miliar.

Perseroan juga tercatat tidak memiliki utang bank. Meski begitu, perseroan memiliki fasilitas pinjaman senilai Rp1,7 triliun yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gak Respons Dihubungi Soal Kasus Pelecehan, Ustaz Ini Iseng Chat Syekh Ahmad Al Misry Malah Dibalas
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
ANTARA Heritage Center diharapkan jadi ikon wisata Jakarta
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Ada Kisruh OPEC, Purbaya Beri Pengumuman Penting Jelang Rapat The Fed
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Denza Z Debut: Supercar Listrik dengan Tenaga Lebih dari 1.000 HP
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
John Herdman Bongkar Alasan Pilih Pemain Liga Indonesia untuk ASEAN Championship 2026: Buktikan Kualitas Pemain Lokal!
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.