Kronologi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi Oditurat Militer: Pelaku Ingin Beri Efek Jera

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Empat personel TNI yang menjadi terdakwa kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026). (Sumber: ANTARA/Agatha Olivia Victoria)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Oditur militer mengungkapkan kronologi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dalam sidang perdana di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh oditurat militer. Keempat terdakwa, yakni Edi Sudarko, Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Nandala Dwi Prasetya, dan Sami Lakka, turut dihadirkan.

Oditur militer Mohammad Iswadi menyatakan keempat terdakwa mengenal Andrie Yunus sejak 15 Maret 2025. Waktu itu, Andrie Yunus menerobos dan menginterupsi rapat pembahasan revisi UU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta.

Menurut oditur, penerobosan terebut membuat para terdakwa menaruh kekesalan terhadap Andrie Yunus. Mereka menilai Andrie telah "melecehkan" TNI sebagai institusi.

"Dengan kejadian tersebut, para terdakwa menilai Saudara Andrie Yunus telah melecehkan institusi TNI, bahkan menginjak-injak institusi TNI," kata Mohammad Iswadi saat membacakan dakwaan.

Kata Iswadi, kekesalan ini masih disimpa ketika terdakwa satu dan dua, Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, bertemu di masjid di kompleks Denma BAIS TNI, Jakarta, 9 Maret 2026.

Pada 10 Maret, kedua terdakwa bertemu kembali untuk minum kopi di mess BAIS TNI. Saat itu, terdakwa Budhi Hariyanto sempat menghubungi Sami Lakka untuk bergabung, tetapi yang bersangkutan mengaku sudah pulang.

Pada 11 Maret, terdakwa Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto berkumpul di mess Denma BAIS TNI setelah berbuka puasa. Terdakwa Sami Lakka dan Nandala Dwi Prasetya lalu bergabung.

Baca Juga: Oditur Militer Sebut 4 Anggota BAIS Lacak Andrie Yunus Berdasarkan Pencarian Google

Keempatnya lalu mengungkapkan kekesalan terhadap Andrie Yunus selama perbincangan. Para terdakwa menyinggung aksi Andrie Yunus menginterupsi rapat RUU TNI, kritik dengan narasi anti-militerisme, serta dugaan bahwa TNI mendalangi kerusuhan Agustus 2025.

Di tengah perbicangan, Budhi Hariyanto mengusulkan agar Andrie Yunus disiram cairan pembersih karat. Usulan ini segera disetujui oleh ketiga terdakwa lain.

"Saat itu terdakwa satu mencari informasi melalui Google terkait kegiatan Saudara Andrie Yunus, hasilnya Andrie Yunus memiliki kegiatan rutin yakni acara Kamisan di Monas," kata Mohammad Iswadi.

"Memegang informasi tersebut, terdakwa tiga (Nandala Dwi Prasetya) berkata, 'Ya sudah besok kita ke lokasi dan memberi pelajaran ke Andrie Yunus'."

Berangkat dari Denma BAIS TNI

Oditur menjelaskan, keempat terdakwa berangkat untuk menyerang Andrie Yunus dari mess Denma BAIS TNI pada 12 Maret sekitar pukul 16.30 WIB. Terdakwa Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto berangkat menggunakan Honda Beat, sedangkan Nandala Dwi Prasetya dan Sami Lakka berboncengan Yamaha Mio Soul.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kasus andrie yunus
  • penyiraman air keras andrie yunus
  • kronologi penyiraman andrie yunus
  • sidang kasus andrie yunus
  • andrie yunus
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengapa Taksi Listrik Mogok-Ban Ngunci Saat Lewati Rel Kereta?
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Persik Kediri Jadi Harapan Persib: Mampukah Macan Putih Bendung Ambisi Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen?
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Sinopsis Drakor Gold Land, Nasib Park Bo Young Makin Sulit Usai Temukan Emas, Bagaimana Endingnya?
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Usai gangguan teknis, pesawat haji mendarat aman di Madinah
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Siap Magang di OJK Jateng? Ini Syarat, Posisi, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.