Disomasi Rp 1,7 Miliar oleh Pihak Promotor, NDX AKA Siap Laporkan Balik

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Grup musik NDX AKA kini tengah berkonflik dengan promotor festival musik Gelombang Cinta, AL Organizer. Permasalahan antara NDX AKA dan promotor bermula saat acara yang dijadwalkan 26 Maret di Pekalongan harus mundur ke 7 Mei.

Acara tersebut mundur karena alasan adanya kendala venue. Pihak NDX AKA mengeklaim sudah ada kesepakatan bahwa perubahan jadwal sepihak oleh EO membuat DP hangus dan meminta EO untuk melakukan booking ulang.

Kuasa hukum NDX AKA, Denny Ardiansyah, menjelaskan bahwa seharusnya pihak promotor sudah mengetahui soal regulasi internal tersebut. Sebab, ini bukan kali pertama NDX AKA terlibat dalam gelaran festival musik tersebut.

"Sejak 28 Maret, pihak EO justru fokus meminta pengembalian DP (recovery), bukan membahas jadwal baru. Padahal, kesepakatan mengenai DP yang hangus sudah disampaikan sejak event Gelombang Cinta sebelumnya," tutur Denny dalam keterangan resminya.

Kata Denny, promotor yang sudah membayar Rp 85 Juta, meminta recovery sebesar Rp 35 juta. NDX AKA lantasa memberikan kebijaksanaan dengan mengembalikan recovery sebesar Rp35 juta pada 16 April lalu.

Kendati demikian, NDX AKA melalui akun resminya, mengimbau fanbase bahwa mereka batal tampil di festival tersebut dan mempersilakan fans melakukan refund. Imbauan tersebut disampaikan di salah satu postingan event tersebut.

"Komentar tersebut kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada penggemar yang sudah membeli tiket dan memesan akomodasi agar mereka tidak dirugikan," ujarnya.

Komentar tersebut sebetulnya dibalas oleh pihak penyelenggara. Namun tak lama berselang mereka menilai bahwa komentar NDX AKA merugikan acara itu. Atas perbuatan itu NDX AKA disomasi Rp 1,7 Miliar dan dilaporkan terkait UU ITE.

Menanggapi tindakan itu, NDX juga sudah memberikan jawaban dan somasi balik atas pemberitaan yang disebarkan pihak promotor. NDX AKA tak segan mengambil langkah hukum jika pihak promotor tak memiliki itikad baik.

"Kami berikan waktu pihak EO untuk memebrikan klarifikasi, meminta maaf terlait keterangan yang sudah disebarluaskan melalui media sosial," kata Denny.

"Apabila pihak EO masih bersikeras bahwa langkah mereka tepat, kami akan mengambil langkahbhukum juga melaporlan ke Polda Jawa Tengah," tambahnya.

Klarifikasi Pihak Promotor

Pihak promotor memang telah melayangkan somasi hingga melaporkan NDX AKA ke polisi atas dugaan hate speech. Langkah itu dipilih lantaran dampak kerugian dan refund massal yang mencapai Rp 1,7 Miliar.

Kuasa hukum promotor AL Organizer, Handrianus Handyar Rhaditya, mengatakan bahwa pihaknya sudah menghubungi pihak NDX AKA terkait mundurnya gelaran festival tersebut. Namun mereka tak kunjung mendapat respons.

"Direspons bahwa menyampaikan NDX batal main dan DP dinyatakan hangus. Kalau mau main tanggal 7, silakan ibaratnya DP kembali untuk lock tanggal 7, begitu," kata Handrianus.

"Nah, dari pihak EO ya sudah enggak apa-apa kalau memang hangus, enggak bisa tanggal 7, akhirnya kan mau dicarikan pengganti nih, artis pengganti NDX gitu kan," tambahnya.

Kendati demikian, komentar tersebut telah merugikan pihak penyelenggara. Sebab, komentar tersebut membuat suasana media sosial menjadi tidak kondusif.

"Di situ akhirnya kan rusuh nih di medsos kan? Pada mau refund, pada mau bikin rusuh di panggung saat nanti tanggal 7 dan lain-lain begitu. Jadi menyerang hampir semua yang disalahkan adalah EO, seolah-olah EO ini tidak profesional dan tidak memberikan konfirmasi," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIFA Resmikan Tuan Rumah Hingga Umumkan Jadwal Kompetisi Internasional, Kapan ASEAN Cup?
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Meski Gagal Tembus 10 Besar saat Tes MotoGP Jerez 2026, Jorge martin Tetap Puas dengan Upgrade Aprilia
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Buntut Kasus Daycare Little Aresha, Sultan HB X Perintahkan Tutup Penitipan Anak Tak Berizin
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Pemkot Jakut Tangkap 493 Kg Ikan Sapu-sapu untuk Kendalikan Spesies Invasif
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo: Dalam Sejarah Dunia, Adakah yang Bangun 30.000 Koperasi Setahun?
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.