Korban Tewas akibat Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Menjadi 16 Orang

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Korban tewas akibat kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, bertambah menjadi 16 orang. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pada Rabu (29/4/2026) siang, korban tewas akibat kecelakaan kereta itu bertambah satu orang hingga menjadi 16 orang. Satu korban tambahan itu adalah Mia Citra (25) yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi.

Sementara itu, jumlah korban luka sebanyak 90 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 44 orang sudah pulang, sedangkan 46 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Budi.  

Mewakili Polda Metro Jaya, Budi menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan proses penyelidikan terkait peristiwa tersebut tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

“Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” kata Budi.

Baca JugaKecelakaan di Bekasi Timur, Alarm Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api

Budi menuturkan, peristiwa kecelakaan itu bermula ketika sebuah taksi listrik mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Setelah itu, terjadi temperan KRL Bekasi-Cikarang dengan taksi tersebut. Perjalanan KRL itu pun terhambat.

Akibat kejadian ini, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lain yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya menabrak dari belakang KRL yang sedang berhenti di stasiun.

Baca JugaDalam Perjalanan Pulang, Para Komuter Ini Pamit untuk Selamanya

Budi menyatakan, polisi masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut, termasuk menyelidiki kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP (tempat kejadian perkara),” ujarnya.

Budi menambahkan, pemeriksaan terhadap sopir taksi listrik serta masinis kereta api juga telah dijadwalkan. Pemeriksaan itu diharapkan bisa memperjelas kronologi dan penyebab peristiwa tersebut.

Polda Metro Jaya pun turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” ucap Budi.

Baca JugaTragedi Bekasi Timur Menguak Rapuhnya Sistem dan Infrastruktur Perkeretaapian

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, penanganan korban menjadi fokus utama dalam insiden tersebut. Adapun pembukaan kembali operasional perkeretaapian di lokasi itu akan dilakukan setelah semua aspek keselamatan terpenuhi.

“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Saat ini sedang dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan stasiun,” ujar Dudy.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian ini. “Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak," ujarnya.

Bobby menjelaskan, proses evakuasi terkait kejadian itu dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Proses itu berlangsung hingga sekitar 10 jam untuk memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik. Selanjutnya, dilakukan penanganan sarana, termasuk evakuasi rangkaian kereta api yang terdampak.

Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

Dalam proses pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa (28/4) dini hari pukul 01.30 WIB. Jalur hulu juga telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam, sesuai rekomendasi keselamatan.

PT KAI bersama regulator dan pihak terkait juga terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT. Selain itu, KAI dan Kementerian Perhubungan menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan.

PT KAI pun menyiagakan dua posko selama 14 hari, yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan kereta api jarak jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket.

Vice President Corporate Communication PT KAI Anne Purba menyampaikan, KAI memastikan seluruh pelanggan terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.

“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100 persen. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” ujar Anne.

Baca Juga24 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil PSBS Biak vs Malut United: Laskar Kie Raha Pesta Pora Tujuh Gol & Gusur Persebaya dari 4 Besar!
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Komisi X DPR RI Soroti Penataan Prodi, Tolak Penutupan Massal
• 9 jam laludisway.id
thumb
Canda Prabowo ke Menteri KP-Kapolri: Enggak Boleh Pingsan Lagi dan Makin Kurus
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Pimpinan Komisi V Usul Pemisahan Jalur KRL dan KA Jarak Jauh Usai Kecelakaan di Bekasi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Gaji 3.823 Tenaga Honorer Belum Dibayarkan Dua Bulan, Dedi Mulyadi: Saya Harus Minta Surat MenPAN-RB untuk Provinsi Jawa Barat, Bagaimana Nasibnya?
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.