Pengadilan militer telah memulai persidangan perdana empat terdakwa penyiraman air kimia kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. Oditur militer juga menjelaskan motif keempat anggota Badan Intelijen Strategis TNI itu menyerang Andrie.
Oditur Militer Mayor Chk Muhammad Iswadi mengatakan alasan utama penyerangan adalah interupsi Andrie pada sidang rapat revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont pada Maret 2025.
"Latar belakang para terdakwa melakukan penyiraman cairan kimia kepada Sdr. Andrie Yunus adalah untuk memberikan pelajaran efek jera dan tidak menjelek-jelekkan TNI," kata Iswadi di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (29/3).
Adapun empat aktor yang masuk dalam perencanaan tersebut adalah Sersan Dua Edi Sudarko (ES), Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetyo (NDP), dan Letnan Satu Sami Lakka (SL). Keempat orang tersebut kini menjadi terdakwa dan hadir dalam persidangan perdana tersebut.
Hakim Ketua Pengadilan Militer II-08 Fredy Ferdian Isnartanto langsung menawarkan para terdakwa untuk mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan oditur militer. Fredy menjelaskan, eksepsi disampaikan jika merasa tidak terlibat dalam dakwaan, kesalahan lokasi peradilan, atau proses dakwaan yang keliru.
"Para terdakwa ini telah mengerti dan memahami dakwaan, sehingga kami tidak mengajukan eksepsi untuk mempersingkat persidangan," kata tim penasihat hukum para terdakwa.
Iswadi menemukan keempat terdakwa mengenali Andrie Yunus setelah insiden interupsi tersebut. Pada 9 Maret 2026, Edi Sudarko menunjukkan video yang menunjukkan Andrie Yunus yang memaksa masuk sidang RUU TNI tahun lalu.
Selang dua hari, Rabu (11/3), keempat terdakwa berkumpul di mes BAIS TNI untuk minum kopi usai berbuka puasa. Edi menilai perilaku Andrie Yunus yang memaksa masuk ruang sidang RUU TNI dan menggugat UU TNI ke Mahkamah Konstitusi telah menginjak-injak institusi TNI.
Saat itu, Edi berkata ingin memukul Andrie Yunus sebagai pelajaran dan efek jera. "Akan tetapi terdakwa II atau Budhi Hariyanto berkata 'Jangan dipukuli tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat'," kata Iswadi.




