WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan tuduhan adanya perpecahan di tubuh pemerintah Iran. Trump mengeklaim mendapat pengakuan dari pejabat Iran bahwa Teheran "dalam kondisi kolaps."
Presiden AS itu menyebut pejabat Iran meminta Washington untuk membuka blokade sesegera mungkin. Sebab, Trump mengeklaim pejabat-pejabat Iran kini telah mengetahui situasi kepemimpinan di Teheran yang runtuh.
"Iran telah memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan kolaps.' Mereka ingin kami membuka Selat Hormuz sesegera mungkin," kata Trump melalui media sosial Truth Social, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Rusia Bela Iran soal Penutupan Selat Hormuz: Negara yang Diperangi Berhak Batasi Navigasi
Donald Trump sendiri diketahui telah berulangkali melontarkan klaim mengenai perpecahan di pemerintah Iran. Klaim tersebut dilontarkan terutama setelah gencatan senjata yang ditandatangani pada 8 April lalu.
Sebelumnya, Trump menyatakan Iran sedang terpecah antara kubu "garis keras" dan "moderat." Namun, klaim ini segera dibantah Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang menegaskan tidak ada perpecahan.
"Di Iran, tak ada garis keras dan moderat. Kami semua Rakyat Iran dan revolusioner," kata Masoud Pezeshkian melaui media sosial X, Jumat (24/4/2026).
AS dan Iran diketahui belum bersedia kembali berunding sejak Donald Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak pada pekan lalu.
Pada Senin (27/4/2026), Iran dilaporkan mengirimkan proposal negosiasi baru ke Gedung Putih. Namun, pemerintahan Trump dilaporkan "tidak senang" dengan proposal tersebut.
Dalam proposalnya, Iran menawarkan membuka blokade Selat Hormuz sebagai ganti AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran. Iran juga dilaporkan meminta pembahasan program nuklir ditunda hingga setelah perang berakhir.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- iran
- selat hormuz
- perundingan as iran





