Donald Trump Kembali Tuduh Perpecahan di Iran: Mereka dalam Keadaan Kolaps

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara tentang keterjangkauan perawatan kesehatan di Ruang Oval di Gedung Putih, Kamis, 23 April 2026, di Washington. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein )

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan tuduhan adanya perpecahan di tubuh pemerintah Iran. Trump mengeklaim mendapat pengakuan dari pejabat Iran bahwa Teheran "dalam kondisi kolaps."

Presiden AS itu menyebut pejabat Iran meminta Washington untuk membuka blokade sesegera mungkin. Sebab, Trump mengeklaim pejabat-pejabat Iran kini telah mengetahui situasi kepemimpinan di Teheran yang runtuh.

"Iran telah memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan kolaps.' Mereka ingin kami membuka Selat Hormuz sesegera mungkin," kata Trump melalui media sosial Truth Social, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Rusia Bela Iran soal Penutupan Selat Hormuz: Negara yang Diperangi Berhak Batasi Navigasi

Donald Trump sendiri diketahui telah berulangkali melontarkan klaim mengenai perpecahan di pemerintah Iran. Klaim tersebut dilontarkan terutama setelah gencatan senjata yang ditandatangani pada 8 April lalu.

Sebelumnya, Trump menyatakan Iran sedang terpecah antara kubu "garis keras" dan "moderat." Namun, klaim ini segera dibantah Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang menegaskan tidak ada perpecahan.

"Di Iran, tak ada garis keras dan moderat. Kami semua Rakyat Iran dan revolusioner," kata Masoud Pezeshkian melaui media sosial X, Jumat (24/4/2026).

AS dan Iran diketahui belum bersedia kembali berunding sejak Donald Trump memperpanjang gencatan senjata secara sepihak pada pekan lalu.

Pada Senin (27/4/2026), Iran dilaporkan mengirimkan proposal negosiasi baru ke Gedung Putih. Namun, pemerintahan Trump dilaporkan "tidak senang" dengan proposal tersebut.

Dalam proposalnya, Iran menawarkan membuka blokade Selat Hormuz sebagai ganti AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan di Iran. Iran juga dilaporkan meminta pembahasan program nuklir ditunda hingga setelah perang berakhir.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • donald trump
  • perang iran
  • iran
  • selat hormuz
  • perundingan as iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Jelaskan Kerumitan Penyanderaan 4 WNI oleh Perompak Somalia
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Update Harga Emas Pegadaian 29 April 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Turun
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kepala BP BUMN Bakal Evaluasi Perlintasan Kereta Imbas Kecelakaan KRL di Bekasi
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Telin dan DITO Telecommunity Jalin Kerja Sama, Perkuat Ekosistem Digital Asia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi Ungkap Kondisi Terbaru Korban Tabrakan Kereta di RSUD Kota Bekasi: Mudah-mudahan Bisa Sembuh
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.