Pengamat Jelaskan Kerumitan Penyanderaan 4 WNI oleh Perompak Somalia

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Politik Timur Tengah Universitas Indonesia, Yon Machmudi menjelaskan kerumitan yang terjadi dalam peristiwa penyanderaan empat warga negara Indonesia (WNI) oleh perompak Somalia.

Pasalnya, empat WNI ini tergabung dalam pelayaran kapal tanker minyak dan perompak yang diduga terafiliasi jaringan perompak internasional.

"Bukan hanya menyangkut ya perompak dari Somalia, nampaknya kan juga jejaring internasional yang sudah profesional," katanya kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, Yon mengatakan kerumitan lainnya adalah kapal yang disandera adalah kapal tanker pembawa minyak yang berarti memiliki nilai tinggi di saat konflik Iran melawan Amerika Serikat-Israel.

Baca juga: Kapten Kapal RI Disandera di Perairan Somalia, Keluarga: Pak Prabowo, Bantu Anak Saya

Indonesia bisa saja melakukan tawaran tebusan untuk membebaskan empat WNI yang disandera, namun komunikasi juga penting agar negosiasi uang tebusan bisa berjalan dengan harga yang tidak mahal.

Yon percaya, Kementerian Luar Negeri RI mampu memberikan jalan keluar dengan negosiasi dan membangun komunikasi terkait penyanderaan tersebut.

"Ya satu-satunya jalan ya membangun apa komunikasi melalui pemilik kapal untuk bisa melakukan negosiasi agar warga negara Indonesia dibebaskan," katanya.

Baca juga: 4 WNI Jadi Korban Pembajakan Perompak Somalia, Kemlu Lakukan Koordinasi Intens

Sebelumnya, Plt Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Heni Hamidah mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi secara intenss terkait dengan peristiwa penyanderaan tersebut.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Nairobi akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama melalui koordinasi intensif dan terukur dengan seluruh pihak terkait, guna memastikan proses penanganan berjalan optimal dengan tetap mengedepankan keselamatan para ABK WNI," katanya.

Kemlu saat ini sedang melakukan upaya yang difokuskan pada tindak lanjut penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha yang terkait.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Voice Note Kapten Asal Gowa ke Istri: Kapal Diserang Perompak Somalia, Kru Selamat tapi Terancam

"Guna mengupayakan pembebasan kapal beserta seluruh awaknya. Sejauh ini belum terdapat informasi perihal permohonan tebusan dari para pelaku," tandas Heni.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persebaya Surabaya Menggila di Bali! Benteng Baja Arema FC Jebol 4 Kali, Rivera Cetak Brace
• 18 jam laluharianfajar
thumb
RS Polri Identifikasi 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
• 22 jam lalukompas.id
thumb
BP BUMN: Pembenahan keselamatan kereta jadi fokus usai insiden Bekasi
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Bitcoin Hari Ini (29/4): Data Ekonomi Amerika Serikat Gagalkan Rally
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kenapa Kita Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat?
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.