Cikarang: Perusahaan manufaktur pipa stainless steel PT Stainless Prima Pipe (SPP) resmi mengekspor perdana 20 ton pipa stainless steel ke Jerman. Pelepasan ekspor ini menjadi tonggak perjalanan perusahaan menuju pasar global.
Ekspor perdana di fasilitas produksi PT SPP, Kawasan GIIC Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini merupakan bentuk komitmen PT SPP dalam mendukung program pemerintah. Hal ini demi meningkatkan ekspor nasional serta memperkuat daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar internasional.
Direktur Utama PT Stainless Prima Pipe, Mustika Ali, menyampaikan, pencapaian ini menjadi langkah awal perusahaan untuk memperluas pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa.
"Ekspor perdana ini merupakan momentum penting bagi kami untuk membuktikan produk manufaktur Indonesia mampu bersaing di pasar global. Kami optimistis dapat terus memperluas jangkauan pasar Internasional ke depan," ujar Mustika Ali, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.
Pelepasan ekspor dilakukan bersama Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajari Puntodewi, yang menyampaikan apresiasi atas langkah PT SPP melakukan ekspor produk bernilai tambah.
Kementerian Perdagangan melalui Ditjen PEN terus mendukung upaya pengembangan ekspor melalui fasilitasi promosi melalui pameran dagang di dalam dan luar negeri, termasuk fasilitasi business matching/pitching produk SPP ke perwakilan perdagangan di mancanegara.
SPP memperluas pasar ekspor ke kawasan Eropa. Foto: dok SPP.
Baca Juga :
Rachmat Gobel Dorong Indonesia Jadi Pusat Produksi Makanan Halal GlobalDirektur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad FS mengatakan Kemendag mendorong penguatan ekosistem industri besi dan baja nasional (khusus Produk Pipa Stainless Steel untuk Industri Makanan, Minuman, dan Farmasi) agar makin tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Hal ini perlu didukung kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan tata niaga serta menjaga iklim usaha yang kondusif bagi industri baja dalam negeri khususnya produk PT SPP, sehingga mampu tumbuh secara sehat dan kompetitif di tengah dinamika perdagangan global.
Menurut General Manager PT SPP, Edi Tandiono, kapasitas produksi maksimal bisa mencapai hingga 1.100 ton per tahun dan perusahaan juga telah mengadopsi standar internasional seperti ASTM, 3A, EN 10357 untuk memastikan kualitas produk.
Produk PT SPP dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri, termasuk makanan dan minuman, farmasi, serta energi, dengan mengedepankan kualitas, presisi, dan daya tahan tinggi. Sebagai perusahaan manufaktur yang berdiri pada 2023, PT Stainless Prima Pipe juga merupakan pelopor dalam produksi pipa stainless steel hygienic dan heat exchanger di Indonesia.
Selain prosesi pelepasan ekspor, rangkaian kegiatan juga meliputi pemaparan profil perusahaan dan kunjungan ke fasilitas produksi (factory tour), yang memberikan gambaran langsung mengenai proses manufaktur yang diterapkan PT SPP. Ke depan, PT Stainless Prima Pipe menargetkan ekspansi pasar ke berbagai negara di kawasan Eropa dan global sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.




