Liputan6.com, Bekasi - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah memberikan perintah kepada Polres Kota Bekasi untuk menindak tegas dugaan adanya premanisme oleh ormas yang menguasai persoalan palang lintasan kereta di Bekasi.
Dedi Mulyadi meminta agar Polres Kota Bekasi bisa menyelesaikan persoalan tersebut pada Rabu (29/4/2026). Hal itu dikatakannya usai menjenguk korban kecelakaan antara Kereta Jarak Jauh (KJJ) KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang.
Advertisement
"Ya untuk level itu kan, ya seluruh jajaran Polres Bekasi, Kota Bekasi, segera ambil tindakan hari ini. Ini permintaan saya sebagai Gubernur Jabar," ucap Dedi Mulyadi.
"Tidak boleh lagi ada ormas, ada premanisme yang menguasai aset-aset umum untuk kepentingan dirinya. Dan saya pikir tingkat Polsek aja bisa menyelesaikan itu," tegas gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini.
Ke depan, kata Dedi Mulyadi, Pemprov Jabar sudah merencanakan untuk membangun flyover. Tapi untuk jangka pendek atau saat ini, dia meminta agar seluruh perlintasan kereta sebidang dipasang palang pintu pengamanannya.
Dedi Mulyadi menyatakan hal itu langsung kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto sekaligus menanggapi kabar bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Jabar saat ini juga telah mengambil alih penjagaan di dua pintu perlintasan, yaitu Ampera dan Bulak Kapal.
"Pasang saja. Dalam seminggu ini harus terpasang. Pak Wali Kota sanggup enggak?" tanya KDM, yang langsung dijawab siap oleh Tri.




