JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengakui jika masih ada perlintasan sebidang rel kereta yang belum dilengkapi palang pengaman.
Dari itu, kata Rano, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi agar kasus kecelakaan kereta seperti di Bekasi Timur tidak terulang.
BACA JUGA:Ini Identitas Korban Tewas ke-16 Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi, Seorang Perempuan
"Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup. Nah tapi ini bagian yang harus kita evaluasi selalu," kata Rano di Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu, 29 April 2026.
Rano berharap, perlintasan kereta yang belum dilengkapi palang pengaman dapat dijaga oleh petugas resmi
Hal ini sebagai upaya melindungi keselamatan pengendara dari risiko kecelakaan di perlintasan kereta api.
"Minimal ada yang jaga," ujar Bang Doel sapaan akrabnya.
BACA JUGA:Capaian SPPG Bersertifikat SLHS Naik Tajam, Waka BGN Targetkan 100 Persen Rampung Agustus 2026
Rano berharap ke depan tragedi kecelakaan seperti yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur tidak terulang.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap, Pemerintah Kota Bekasi bersama dengan pihak KAI dapat mencari solusi menangani masalah perlintasan sebidang yang menjadi penyebab kecelakaan.
Diketahui, tragedi tabrakan kereta yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, berkaitan dengan kecelakaan taksi daring yang menerobos perlintasan sebidang pada Senin, 27 April 2026, malam.
Taksi Gren SM alias taksi ijo tersebut mengalami mogok di tengah rel kereta hingga akhirnya tertemper KRL yang melaju dari arah Cikarang menuju Jakarta.
BACA JUGA:Wacana Pemindahan Gerbong Khusus Perempuan, Dirut KAI: Kami Tidak Membedakan Keselamatan
Kecelakaan ini mengakibatkan operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur terhambat. Dampaknya, pada pukul 09.00 WIB, KRL yang terhambat perjalannya, dihantam KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Akibat kecelakaan ini, 14 orang dari gerbong perempuan dinyatakan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
- 1
- 2
- »




