Hilirisasi Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi, Presiden: Jangan Lagi Ekspor Bahan Mentah

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Pemerintah menegaskan hilirisasi sebagai strategi utama untuk mendorong kemandirian ekonomi nasional dan memastikan kekayaan sumber daya alam memberi manfaat maksimal bagi rakyat.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan, hilirisasi menjadi langkah mendasar agar Indonesia tidak terus bergantung pada ekspor bahan mentah tanpa nilai tambah.

“Hilirisasi adalah jalan menuju kebangkitan bangsa Indonesia. Ini adalah satu-satunya jalan agar kita bisa menjadi bangsa yang lebih makmur,” ujar Prabowo saat groundbreaking hilirisasi nasional tahap II di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Menurut dia, sejarah menunjukkan bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menguasai dan mengelola sumber daya alamnya sendiri. Tanpa keberanian untuk mengelola kekayaan tersebut, Indonesia berpotensi terus tertinggal meski memiliki sumber daya melimpah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Bangsa yang ingin merdeka dan tetap merdeka harus berani dan mampu menguasai sumber dayanya. Harus berani dulu, baru mampu,” tegasnya.

Prabowo menilai selama ini Indonesia masih menghadapi persoalan struktural, yakni menjual komoditas dalam bentuk mentah tanpa mengolahnya menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

“Kita tidak mau hanya menjual bahan mentah. Kita ingin nilai tambah itu dinikmati oleh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, hilirisasi menjadi bagian dari upaya besar untuk mengembalikan kendali atas kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri.

“Kita ingin kekayaan bangsa Indonesia berada di tangan bangsa Indonesia dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Menurut dia, hilirisasi juga merupakan bagian dari perjalanan panjang pembangunan nasional yang membutuhkan konsistensi lintas pemerintahan dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, Presiden meminta BUMN, teknokrat, dan seluruh pelaku industri untuk menjadikan hilirisasi sebagai prioritas utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Dengan penguatan hilirisasi, pemerintah menargetkan Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi yang berdaya saing global.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota DPR usul evaluasi total tata kelola "daycare"
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Biasa Dijemput Adiknya di Stasiun tapi Nur Aini Tak Pernah Pulang Lagi ke Rumah
• 16 jam laludisway.id
thumb
Puan Maharani Soroti Lemahnya Keamanan Perlintasan Kereta Pasca Insiden di Bekasi Timur, Desak Evaluasi Total
• 20 jam laludisway.id
thumb
Parkir Jakarta Disebut Tak Efisien, DPRD Temukan Defisit hingga Rp 155 Juta
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Kondisi Terkini Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA, 2 Jalur Sudah Dilintasi
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.