BNPP Ajak Mahasiswa Politeknik Unhan Ben Mboi Bangun Masa Depan Kawasan Perbatasan

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

NTT, DISWAY.ID -- Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menggelar program BNPP MENYALA (Menyapa Langsung Praja dan Mahasiswa) melalui kuliah umum interaktif di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Belu, Nusa Tenggara Timur.

Sebagai badan yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI secara ex officio, kegiatan ini menjadi upaya strategis BNPP untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan kawasan perbatasan negara sebagai bagian penting dari masa depan Indonesia.

Kuliah umum ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, yang memaparkan materi mengenai kompleksitas pengelolaan batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

BACA JUGA:Setahun Sekolah Rakyat 166 Titik 15 Ribu Harapan, Gus Ipul: Ini Gerakan Memutus Kemiskinan

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara, sehingga membutuhkan tata kelola yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Menurut Nurdin, pembangunan perbatasan tidak hanya dimaknai sebagai upaya menjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. 

“Tanpa ekonomi yang maju dan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan akan lama kita capai. Karena itu, membangun perbatasan berarti membangun ekonomi rakyatnya,” kata Nurdin dalam keterangannya, Rabu, 29 April 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan. 

Ia menjelaskan bahwa pergerakan orang dan barang yang terus meningkat di PLBN Terpadu merupakan indikator kemajuan ekonomi sekaligus peluang emas yang perlu dikelola secara optimal, khususnya di PLBN Motaain dan Motamasin yang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di NTT serta pemasok utama kebutuhan Timor Leste.

BACA JUGA:Bantah Indonesia Gelap, Prabowo: Mau Kabur ke Yaman, Silakan!

“Masa depan Indonesia bukan hanya Jakarta. Masa depan Indonesia berada di garis batas wilayah negara. Seperti semboyan BNPP, Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya,” tegas Nurdin.

Narasumber kedua, Kelompok Ahli BNPP RI Hamidin, memaparkan materi geopolitik dan urgensi perbatasan Indonesia di tengah dinamika global.

Ia menilai ketegangan geopolitik dunia berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan politik global, sehingga pengelolaan perbatasan ke depan harus berorientasi pada penguatan ekonomi dan kerja sama bilateral.

“Berbicara perbatasan masa depan tidak cukup hanya soal pertahanan dan keamanan. Itu penting, tetapi fokus utama adalah menghidupkan ekonomi dengan kerja sama yang setara,” ujar Hamidin.

Ia menekankan pentingnya manajemen perbatasan berbasis teknologi, penguatan peran Border Liaison Officer (BLO), serta sinkronisasi antarlembaga agar pengelolaan perbatasan semakin efektif dan modern.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyuluh Pertanian Diminta Aktif, Antisipasi Serangan OPT di Pinrang
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Banjir Terjang Tiga Desa di OKU, Puluhan Rumah Terdampak
• 31 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Ultimatum Hakim untuk Ibrahim Arief, Eks Konsultan Kemendikbud Era Nadiem Makarim
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Ini Panduan dan Syarat Balik Nama Sertifikat Tanah dari Orang Tua ke Anak
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Jeblok Lagi ke Level 17.300 per Dolar AS Jelang Pengumuman Bunga The Fed
• 7 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.