BPBD Gunungkidul Siapkan 1.500 Tangki Air Hadapi Kemarau Panjang

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Setya Budi

TVRINews, Yogyakarta

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan kering. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan bantuan air bersih bagi wilayah rawan kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengalokasikan distribusi sebanyak 1.500 tangki air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan jumlah distribusi air bersih tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan musim kemarau berpotensi lebih kering dengan durasi lebih panjang, yakni sekitar enam hingga tujuh bulan.

“Berdasarkan perkiraan BMKG, kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama, sekitar enam sampai tujuh bulan. Oleh karena itu, kami menyiapkan jumlah tangki dan distribusi yang lebih banyak dibandingkan tahun 2025,” ujar Purwono, Rabu, 29 April 2026.

Berdasarkan pemetaan, distribusi air bersih akan difokuskan di sejumlah kapanewon di wilayah selatan dan utara Gunungkidul. Wilayah selatan yang rawan kekeringan meliputi Purwosari, Panggang, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, Tepus, dan Girisubo. Sementara itu, wilayah perbukitan di zona utara seperti Gedangsari, Nglipar, dan Patuk juga masuk dalam kategori rawan kekeringan.

Masyarakat dapat mengajukan permohonan bantuan air bersih melalui pemerintah kalurahan setempat, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh BPBD. Pemerintah kapanewon juga diimbau untuk turut melakukan distribusi sesuai kemampuan anggaran masing-masing wilayah.

BPBD memperkirakan musim kemarau mulai terjadi pada akhir April hingga awal Mei. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, permintaan bantuan air bersih biasanya mulai meningkat dan mencapai puncaknya pada bulan Juni.

Sebagai perbandingan, pada tahun sebelumnya distribusi air bersih oleh BPBD Gunungkidul hanya mencapai sekitar 300 tangki. Sementara pada tahun 2025, kemarau relatif basah sehingga kebutuhan bantuan air tidak terlalu tinggi dibandingkan tahun ini.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Demi Proyek Strategis Nasional, LBH: Petani Laoli di Luwu Timur Digusur Paksa
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Media Internasional Ramai Beritakan Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dana KUR Jangan Disia-siakan, UMKM NTT Didukung Naik Kelas
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ketika Bhayangkara FC Siap Antar Borneo FC Rebut Juara Super League dari Persib Bandung
• 29 detik laluharianfajar
thumb
UEA Umumkan Keluar dari OPEC, Pukulan Telak bagi Organisasi di Tengah Perang Iran
• 12 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.